Salah Desain Sejak Awal ! Politisi PDIP Harris Turino Sebut Kereta Cepat Jakarta–Bandung itu 'Bayi Sungsang'

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 07:04 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino (Kalimantansatu.com/Dok. Promedia Teknologi Indonesia)
Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino (Kalimantansatu.com/Dok. Promedia Teknologi Indonesia)

“Kalau mau logis, seharusnya Jakarta–Surabaya. Itu baru masuk akal secara ekonomi,” katanya.

Ia menyebut, target penumpang 40 ribu per hari tidak pernah tercapai.

Hingga kini, jumlah pengguna hanya sekitar 16 ribu orang.

Untuk menarik penumpang, operator bahkan menurunkan tarif dari Rp400 ribu menjadi Rp250 ribu per perjalanan.

“Sekarang tiket turun, penumpang tetap sedikit. Artinya, pasar belum siap. Rugi operasionalnya bisa Rp10 miliar per hari,” katanya.

Baca Juga: Skandal Penjualan Solar Non-subsidi di Bawah Harga Jual Terendah ke Perusahaan Swasta Terungkap, Pertamina Patra Niaga Diduga Beri ke 73 Perusahaan

Efek Domino

Kerugian KCIC tidak hanya membebani proyek itu sendiri, tetapi juga menyeret perusahaan negara lain. “KAI yang tadinya sehat jadi ikut nombok. WIKA pun terpukul karena banyak pekerjaan belum dibayar,” ujar Harris.

Ia menjelaskan, beban proyek ini akhirnya mengganggu arus kas sejumlah BUMN dan menimbulkan tekanan pada neraca fiskal pemerintah.

Bahkan, pembahasan mengenai restrukturisasi utang ke Tiongkok masih menggantung di meja Kementerian Keuangan.

“Kalau tidak ada keputusan jelas, bunga terus jalan, utang makin besar. Ini harus segera diputuskan: apakah restrukturisasi, subsidi, atau skema baru,” ujarnya menegaskan.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X