"8 jam mereka mendapatkan pendidikan formal seperti sekolah reguler, kemudian sisanya sekolah akan membentuk karakter anak-anak," ungkap Sekjen Kemensos itu.
"Anak-anak ini akan kita bentuk menjadi agen perubahan yang nanti bisa membawa sebuah perubahan dan bisa memutus rantai kemiskinan, dimulai dari keluargannya," tutup Rico.
(*)
Artikel Terkait
Jawab BEI, Bos Dian Swastatika Sentosa Bongkar Strategi Bisnis DSSA Hadapi Kondisi dan Dinamika Pasar Saat Ini
Bagaimana Prospek Bisnis DSSA Tahun 2026 ? Beri Penjelasan BEI, Begini Kata Bos Dian Swastatika Sentosa
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 Kapasitas 55 MW di Sumsel, Kapan Target Operasional Penuh ?
11 Jadwal Dividen Saham Januari 2026 : ADRO, BBRI, BMRI, BSSR, IPCM, EAST, SOHO, GDST, RDTX, CDIA Hingga RAJA
Mengenal BYD Di-Space Zhengzhou : Museum Sains tentang NEV Pertama di Tiongkok, Hadirkan Edukasi dan Pengalaman Imersif untuk Publik
Perkuat Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan, OJK Terbitkan POJK Nomor 38 Tahun 2025 tentang Gugatan. Apa Isinya ?
OJK Limpahkan Berkas Pelaku Goreng Saham SWAT ke Kejaksaan, Manipulasi Harga Gunakan Rekening Nominee Melalui 9 Perusahaan Efek
Bagikan Cerita saat Jemput Anak Sekolah Rakyat yang Tidak Terdaftar DTSEN di Hutan Kalteng, Sekjen Kemensos Robben Rico: Forkopimda Tak Tahu Rumah Ini
Mencengangkan ! Sekjen Kemensos Robben Rico Ungkap Hasil Cek Kesehatan Calon Siswa dan Siswi Sekolah Rakyat, Terungkap Hal yang Jarang Mereka Lakukan
Ini 3 Tujuan Program Sekolah Rakyat ! Sekjen Kemensos Robben Rico Tegaskan Kepedulian Pemerintah Era Prabowo Subianto untuk Wong Cilik