KALIMANTANSATU.COM - Kinerja hulu migas PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir Desember 2025, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berhasil mencatatkan produksi minyak dan gas bumi sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD).
Produksi tersebut terdiri atas minyak sebesar 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).
Capaian ini menegaskan peran strategis PHE dalam menjaga pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan dan tantangan global sektor energi.
Selain kinerja produksi, aktivitas operasi PHE sepanjang 2025 juga menunjukkan capaian yang solid.
PHE merealisasikan pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta kegiatan well service sebanyak 37.259 pekerjaan.
Di sisi eksplorasi, dilakukan pula survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi, serta pemboran eksplorasi sebanyak 20 sumur untuk mendukung keberlanjutan cadangan migas.
PHE juga mencatatkan kinerja signifikan dalam penguatan sumber daya dan cadangan migas.
Penemuan sumber daya migas kategori 2C mencapai 1.097 juta barel setara minyak (MMBOE), dengan kontribusi terbesar dari sumur Migas Non-Konvensional (MNK) di area Aman Trough di Wilayah Kerja (WK) Rokan.
Sementara penambahan cadangan terbukti (P1) tercatat sebesar 313,7 juta barel setara minyak (MMBOE).
Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam mengelola operasi hulu migas secara efisien dan berkelanjutan.
“Pencapaian produksi dan penambahan cadangan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menjaga keberlanjutan energi nasional. Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus pada optimalisasi lapangan, percepatan proyek strategis, dan peningkatan kinerja eksplorasi,” ujar Hermansyah.
PHE terus menggali potensi dari berbagai aspek untuk pencapaian target di tahun 2025, diantaranya melalui Put on Production and Exploration (POPE) sumur Astrea, Pinang East dan Akasia Prima.
Artikel Terkait
Apakah Stok Pangan Aman saat Puasa Ramadan 1447 H dan Idul Fitri 2026 ? Mentan Amran Sulaiman Ungkap Soal Beras dan Komoditas Utama Lainnya
Skandal Insider Trading Minna Padi Aset Manajemen Terhadap Pergerakan Saham MINA Dibongkar Bareskrim Polri, Tiga Tersangka Ditetapkan ! Ini Modusnya
Luruskan Kegaduhan Publik ! Seskab Teddy Bantah Isu Presiden Prabowo Subianto Pakai 2 Pesawat Kepresidenan ke Luar Negeri
Kelompok Pegiat Anti Korupsi Bongkar Peran Abdullah Azwar Anas pada Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi ! Apakah Ada Pelanggaran ?
Pertemuan OJK-Asosiasi Emiten Indonesia, Hasan Fawzi Singgung Soal Free Float 15 Persen Untuk Percepatan Reformasi Penguatan Integritas Pasar Modal
Sektor Konsumsi Rumah Tangga Menjadi Jangkar Perekonomian Indonesia Tahun 2025, Pengamat Ekonomi Noviardi Ferzi Sebut 2026 Momentum Akselerasi Sektor
Perkembangan Industri Perbankan Semakin Kompleks, OJK Tegaskan Pengawasan Bank Hingga Risiko Digital Fraud Aset Kripto
Chandra Daya Investasi Rencana Buyback Saham CDIA Rp1 Triliun, Cek Jadwalnya
Minna Padi Investama Sekuritas Bantah Dirut PADI Djoko Joelijanto Jadi Tersangka Dugaan Insider Trading MPAM Goreng Harga Saham MINA
Bos Multi Makmur Lemindo Klarifikasi Soal Dugaan Goreng Saham PIPA ! Bareskrim Polri Sampai Geledah Kantor Shinhan Sekuritas di Kawasan SCBD Jakarta