Melihat Kinerja Solid Pertamina Hulu Energi di Tahun 2025 Untuk Memperkuat Produksi dan Cadangan Migas Nasional

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 5 Februari 2026 | 19:41 WIB
Melihat Kinerja Solid Pertamina Hulu Energi di Tahun 2025 Untuk Memperkuat Produksi dan Cadangan Migas Nasional (Kalimantansatu.com/Dok. Pertamina Hulu Energi (PHE))
Melihat Kinerja Solid Pertamina Hulu Energi di Tahun 2025 Untuk Memperkuat Produksi dan Cadangan Migas Nasional (Kalimantansatu.com/Dok. Pertamina Hulu Energi (PHE))

Selain itu, keberhasilan pemboran di beberapa struktur strategis, antara lain Lembak – Kemang – Tapus, Benuang, Gunung Kemala, Karangan – Tanjung Miring Barat, membuat Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Regional Sumatra Subholding Upstream Pertamina berhasil membukukan rekor produksi minyak tertinggi hingga mencapai 30 ribu barel minyak per hari (BOPD). 

Untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menekan laju penurunan produksi di lapangan tua, Subholding Upstream Pertamina menerapkan teknologi Multistage Fracturing (MSF) pada sumur KB525 dan KB570 di WK Rokan.

Terobosan ini menjadikan Pertamina sebagai pionir penerapan teknologi MSF di Indonesia. 

Keberhasilan kinerja tersebut turut didukung oleh sejumlah proyek strategis yang sudah onstream di tahun 2025, di antaranya Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 yang dikelola Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1 oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR), serta proyek Lapangan Gas Senoro Selatan yang dikelola PHE Tomori Zona 13 Regional 4.

Menurut Hermansyah, penyelesaian proyek-proyek tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat produksi dan cadangan migas nasional.

“Proyek-proyek ini tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga menjadi bukti bahwa teknologi dan inovasi perwira Subholding Upstream, mitra kerja, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi migas Indonesia,” katanya.

Menutup tahun 2025, sumur eksplorasi PPC-01 di Struktur Padang Pancuran yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, berhasil on stream dengan produksi melampaui target.

Hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi sumur PPC-01 tercatat mencapai 451,42 BOPD, atau melampaui target awal sebesar 400 BOPD.

Baca Juga: Chandra Daya Investasi Rencana Buyback Saham CDIA Rp1 Triliun, Cek Jadwalnya

Ke depan, PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina akan terus mendorong eksplorasi dan pengembangan lapangan migas guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan Danantara Indonesia.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X