Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, serta jejaring kreatif daerah merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
"Kami menyambut baik kerja sama antara Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif dengan ICCN. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran dan meningkatkan kapasitas SDM ekonomi kreatif sesuai dengan kebutuhan daerah serta perkembangan industri," tutur Dessy.
Melalui kolaborasi ini, ICCN berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia ekonomi kreatif, memperluas jejaring kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya talenta kreatif Indonesia yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama pembangunan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan 'program payung' pengembangan SDM.
“Dalam pengembangan kapasitas SDM Ekraf, perlu disusun sebuah program payung yang dapat menciptakan bahasa bisnis yang sama antara birokrasi, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan hexahelix ekonomi kreatif,” kata Adi.
Ruang lingkup kolaborasi ini mencakup pemetaan SDM, pertukaran data dan informasi, fasilitasi akses teknologi, penyusunan materi pembelajaran, hingga penguatan jejaring ekosistem kreatif.
ICCN merupakan jejaring Kota dan Kabupaten Kreatif Indonesia yang berkomitmen mendorong pembangunan kota kreatif melalui prinsip inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Saat ini, ICCN telah merangkul lebih dari 254 inisiatif Kota dan Kabupaten Kreatif di seluruh Indonesia sebagai ruang kolaborasi lintas sektor dalam mendorong inovasi serta dampak sosial, ekonomi, dan budaya.
"Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memperkuat jejaring pengembangan SDM ekonomi kreatif serta menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan pelaku kreatif di berbagai daerah," harap Adi.
(Uploader: Panji Narendra M.)
Artikel Terkait
Fundamental Ekonomi Kuat dan Kondisi Stabil ! Kepala Bakom RI Qodari Tegaskan Kondisi RI Kini dan 1998 Sangat Berbeda
Intip Beberapa Poinnya! Soal Tambang Galian C Di Banyuwangi, DPW JPKP Jawa Timur Pernah Layangkan Kajian Tentang Potensi Kerugian Negara
Mantan Menkeu Fuad Bawazier Prediksi Program MBG Semakin Sempurna di Tahun Ketiga : 'Program Besar dan Baru kok Mau Langsung Perfect'
[KOLOM OPINI] Ketika UU Pers Bertemu Era TikTok: Masih Relevankah Regulasi yang Dibuat pada 1999?
Tingkat Kepuasan Publik Tinggi era Prabowo Subianto, Kepala Bakom RI Qodari : Pemerintah Tidak Berpuas Diri
Bos BSI Area Sulsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Verbal terhadap Bawahannya, Korban Mengaku Depresi
Promedia Group Sambangi Kantor Bakom RI, Audiensi Bahas Penguatan Komunikasi Publik Bersama Jaringan Media Lokal
Inflasi Indonesia Tetap Terkendali Hingga Juni 2026, BPS Beberkan Rinciannya
Digendong Ekspor Olahan Nikel hingga Sawit, Neraca Perdagangan Nonmigas Indonesia Surplus USD16,31 Miliar hingga Mei 2026
Mantap ! Produksi Beras Diprediksi Tembus 25,28 Juta Ton per Agustus 2026, Kian Perkuat Swasembada Pangan Indonesia