“Orang pikir Presiden sembarangan. Orang salah sangka Presiden dan sangkanya waktu APBN segala macam, dia sembarangan kan penggunannya, banyak bilang akan nembus defisit 4 persen dan lainnya,” ujar Purbaya.
Purbaya lantas menjelaskan bahwa diskusi juga dilakukan mengenai kebijakan fiskal yang akan dilakukan oleh pemerintah.
“Pertama dia mau begitu, gimana kalau tembus? Saya bilang,’Wah, jangan Pak. Kalau sekarang kita tembus 4 persen, di atas 3 persen semua pasti akan meributkan kita. Kita akan diserang, kita enggak bisa jaga stabilitas. Nanti, kalau sudah tembus 7 persen, 8 persen, kita hajar 3 persen atau 4 persen enggak apa-apa karena kita udah enggak peduli lagi angka-angka itu, tumbuhnya udah kencang,’” jelas Purbaya.
“Dia adjust loh. Sekarang dia malah berbalik arah, gimana defisitnya dibuat nol. Saya bilang, ‘Jangan, ekonomi masih butuh dorongan, kita atur pelan-pelan ke bawah. Jadi, dia bisa menerima masukan, dia absorbs (menyerap), dan diterapkan dengan baik,” lanjutnya.
Menurut Purbaya, ketika banyak masyarakat yang merasa kesal dengan kebijakan Presiden, karena tidak pernah berkomunikasi langsung.
“Ya karena enggak pernah ngomong sama Presiden aja langsung. Presiden itu pintar, jadi jangan takut,” tegasnya.
Sebut Strategi Ekonomi Sumitronomics di Era Prabowo
Adapun mengenai langkah pembangunan ekonomi di Indonesia, Purbaya menyebut Prabowo sedang menerapkan strategi Sumitronomics.
“Dia (Presiden) Sumitronomics pasti. Stabilitas, Pertumbuhan, Pemerataan jadi satu. Program-program utamanya dia itu, pemerataan sama stabilitas,” tambahnya.
“Setiap usaha baru pasti ada risiko, berani enggak ambil risikonya? Kalau saya akan ambil, terus kita perbaiki terus ke depannya, daripada saya ngambil yang jeblok zaman dulu, ya sudah. Kan ini masih jalan,” tukasnya.
(Uploader: Panji Narendra M.)
Artikel Terkait
Mantap ! Produksi Beras Diprediksi Tembus 25,28 Juta Ton per Agustus 2026, Kian Perkuat Swasembada Pangan Indonesia
Perkuat Pengembangan Talenta Kreatif Nasional, ICCN Teken Kerja Sama Strategis dengan Kementerian Ekonomi Kreatif
Persiapkan Diri Memasuki Dunia Kerja, Mahasiswa Sains Komunikasi Unida Praktik Langsung dengan Jejaring Media Nasional Promedia di Bandung
Diduga Ilegal Juga Rusak Lingkungan, Tambang Galian C di Bulusan Banyuwangi Masuk Tahap Penyidikan Polresta
Mengintip Gaya Komunikasi Strategis Kepala Bakom RI Qodari : Membumi dan Berbasis Data Ketika Tanggapi Isu Kopdes Merah Putih
Simulasi ARA IPO Saham JELI, JECX, BACH, EMMI, PRDL dan RANS ! Bisa Cuan Lebih dari 200% Jika 5 Kali Berturut-turut
Kasus Begal di Arcamanik Bandung: Anak Pengurus Ormas LBI Jadi Korban, 1 Unit Motor Dirampas, Derita Luka Berat hingga Dirawat di RS Hasan Sadikin
Kasus Suap Proyek Perkim: Ada Temuan Platina Seberat 55 Kg di Mobil Bupati Langkat Senilai Rp40 M, Benarkah Logam Ini Lebih Langka Dibanding Emas?
Kronologi 3 Polisi Kalteng Tewas saat Geruduk Rumah Bandar Narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Bagaimana Awal Mulanya?
Skandal 'Amplop' Bupati Kuansing ke Menhut Raja Juli Antoni di Kasus Gratifikasi, Duit Sogokan untuk Lepas Hutan Produksi?