Indonesia Jadi Eksportir Terbesar Ke-5 di Dunia, Ekspor Minyak Atsiri Naik 34,4% , Nilai Ekspor Tembus USD 348,7 Juta! Kemenperin Pacu Hilirisasi

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:57 WIB
ILUSTRASI MINYAK ATSIRI - Indonesia Jadi Eksportir Terbesar Ke-5 di Dunia, Ekspor Minyak Atsiri Naik 34,4% , Nilai Ekspor Tembus USD 348,7 Juta! Kemenperin Pacu Hilirisasi (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay DariaHurst34 )
ILUSTRASI MINYAK ATSIRI - Indonesia Jadi Eksportir Terbesar Ke-5 di Dunia, Ekspor Minyak Atsiri Naik 34,4% , Nilai Ekspor Tembus USD 348,7 Juta! Kemenperin Pacu Hilirisasi (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay DariaHurst34 )

“Penguatan industri atsiri membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku industri, petani, lembaga riset, perguruan tinggi, dan mitra pasar untuk membangun ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, potensi bahan baku dapat terhubung dengan kebutuhan industri dan pasar global, sekaligus memastikan petani dan penyuling memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan serta industri hilir mendapatkan bahan baku yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutur Putu.

Baca Juga: Menilik Kinerja Industri Tekstil 2026: Ekspor Capai USD 4,85 Miliar dan Serap 3,8 Juta Tenaga Kerja ! Kemenperin Target Menang Kompetisi Global

Peluang Diversifikasi Produk Turunan

Selain mengandalkan komoditas minyak nilam, diversifikasi turunan minyak atsiri dapat difokuskan untuk menghasilkan ragam produk komersial bernilai tinggi:

  • Kesehatan & Perawatan: Minyak medis (medicated oil), antiseptik, disinfektan, serta produk aromaterapi.
  • Kecantikan & Wewangian: Parfum, fragrance, kosmetik, dan produk perawatan diri (personal care).

Manfaat Strategis Penguatan Hilirisasi

Kemenperin mencatat sejumlah dampak positif dari optimalisasi industri hilir minyak atsiri nasional:

  • Nilai Tambah & Diversifikasi: Meningkatkan margin ekonomi komoditas lokal dan memperkaya variasi produk manufaktur.
  • Investasi & Daya Saing: Membuka peluang masuknya investasi baru serta memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional.

“Indonesia memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan industri minyak atsiri. Dengan bahan baku, pelaku usaha, teknologi, dan pasar yang semakin berkembang, kita perlu memastikan bahwa peluang ini diterjemahkan menjadi industri hilir yang menghasilkan nilai tambah lebih besar di dalam negeri,” pungkas Putu.

(Prabu Warah)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kementerian Perindustrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X