Kini, Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) Memasuki Fase Pemulihan Menyeluruh: Momentum Kinerja Kuat di 2025 Jadi Dasar Pertumbuhan Berkelanjutan 2026

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 17 Desember 2025 | 14:33 WIB
Kabar Saham Hari Ini : Kini, Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) Memasuki Fase Pemulihan Menyeluruh: Momentum Kinerja Kuat di 2025 Jadi Dasar Pertumbuhan Berkelanjutan 2026 (Kalimantansatu.com/Dok. Intikeramik Alamasri Industri)
Kabar Saham Hari Ini : Kini, Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) Memasuki Fase Pemulihan Menyeluruh: Momentum Kinerja Kuat di 2025 Jadi Dasar Pertumbuhan Berkelanjutan 2026 (Kalimantansatu.com/Dok. Intikeramik Alamasri Industri)

Ia bilang, dalam dokumen “Ceramic Industry and Market Outlook”, kajian independen dari Mandala Consulting, mengkonfirmasi brand Essenza adalah leader di segmen Luxurious dan adalah Top 3 Brand di industri keramik.

Kajian ini juga memvalidasi strategi bisnis Perseroan yang menempatkan Essenza sebagai pilar utama.

Kinerja Segmen: Manufacturing Menguat, Hotel Stabil

Sejalan dengan berakhirnya major maintenance cycle, produksi di segmen manufaktur keramik menunjukkan pemulihan kuat di Q4, dimana produksi meningkat signifikan sebesar 74%, sedangkan Profit Margin meningkat +196% dibanding Q1.

Direktur Utama Perseroan, Desra Ghazfan memaparkan, pencapaian ini mencerminkan keberhasilan upaya peningkatan efektivitas, efisiensi, dan optimalisasi di segmen manufaktur dan realisasi dari strategi perseroan untuk memperkuat profitabilitas melalui otomatisasi, standardisasi proses, serta predictive–preventive maintenance.

Performa sektor hotel di grup IKAI sepanjang 2025, berdasarkan standar indikator industri perhotelan, seperti Occupancy dan Gross Operating Profit, lebih tinggi diatas rata-rata nasional.

Baca Juga: Tangkap Kisah Pelayanan Indonesia: IFG Gelar Kompetisi Foto Jurnalistik Bertajuk Journalist’s Photo Journey 2026

Hal ini tercermin pada performa Occupancy pada Swiss-Belhotel Bogor 89,63% dan Swiss-Belinn Gajah Mada Medan 74,56%.

Tingginya indikator yang belum dapat dikonversi menjadi profitabilitas (Net Operating Profit - NOP) ini, merupakan salah satu prioritas yang harus diselesaikan di fase pemulihan.

Kenaikan NOP di Q4 menjadi 8%, dari posisi Q-on-Q sebelumnya menunjukkan kondisi negatif, mencerminkan keberhasilan upaya peningkatan efektivitas, efisiensi, dan optimalisasi di segmen hotel.

Challenges and Constraints

Komisaris Utama Perseroan, Willam Eduard Daniel, menyampaikan adanya beban fundamental masa lalu yang berpotensi memengaruhi kecepatan realisasi strategi bisnis Perseroan, termasuk didalamnya liabilitas masa lalu yang sangat signifikan, Non Performing Loan (NPL), permasalahan hukum, fundamental keuangan, dan Going Concern.

Baca Juga: CSIS Bakal Tambah 2 KBLI Baru untuk Menjadi Holding Properti ! Tinggal Menunggu Hasil RUPS Cahayasakti Investindo Sukses

Daniel juga menginformasikan bahwa salah satu liabilities, yaitu utang bank PT Internusa Keramik Alamasri ke Bank Mandiri telah diselesaikan.

Terkait dengan Going Concern, ditegaskan bahwa manajemen baru berkomitmen untuk mengubah kondisi Perseroan yang merugi menjadi Perseroan yang mencetak keuntungan berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X