KALIMANTANSATU.COM - Pendapatan bersih PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB) turun drastis menjadi Rp39,6 Miliar pada 30 September 2025 dari sebelumnya sebesar Rp149,39 Miliar pada 30 September 2024.
Hal ini berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) 21 terkait Pendapatan Bersih pada Laporan Keuangan Interim per 30 September 2025.
Penurunan paling material berasal dari segmen Telepon Seluler, yang turun drastis dari Rp98,82 Miliar (2024) menjadi Rp10,11 Miliar (2025).
Segmen mesin dan peralatan kopi serta kartu perdana dan voucher isi ulang juga mengalami penurunan signifikan.
Sementara, segmen lain relatif kecil dan tidak mampu mengkompensasi penurunan utama.
Direktur Utama GLOB, Sugiono Wiyono Sugialam mengungkapkan, penurunan pendapatan bersih secara signifikan khususnya pada segmen telepon seluler.
"Terutama disebabkan oleh tingginya tingkat persaingan serta dinamika pasar yang terus berubah, tingginya modal kerja yang dibutuhkan dalam segmen bisnis ini dan margin yang relatif rendah," ungkap Sugiono dalam penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Dalam beberapa tahun terakhir, GLOB juga secara bertahap mempersiapkan transformasi usaha menuju bisnis gaya hidup, yang mencakup pengembangan ekosistem kopi serta layanan manajemen digital marketing/influencer management.
Sejalan dengan hal tersebut, lanjut dia, Perseroan menjaga dan dalam beberapa hal mengurangi fokus pada bisnis telepon seluler dan penjualan produk operator, sambil mempersiapkan pengembangan usaha di bidang ekonomi hijau.
Adapun penurunan pendapatan pada segmen utama dipengaruhi oleh perubahan strategi dan kondisi pasar.
Pada segmen tertentu, penurunan bersifat struktural seiring dengan penyesuaian fokus usaha, sementara pada segmen lainnya bersifat sementara dan masih bergantung pada dinamika pasar dan kinerja usaha baru.
"Perseroan fokus pada usaha yang menghasilkan keuntungan (Ebitda) lebih baik dibandingkan hanya kepada pendapatan saja," jelasnya.
Artikel Terkait
Mengintip Kinerja KPEI Sepanjang Tahun 2025, Apa Target Kliring Penjaminan Efek Indonesia Tahun 2026 ?
Melihat Kinerja KSEI Tahun 2025 : Pertumbuhan Investor Meningkat Menjadi 20,32 Juta ! Apa Target Kustodian Sentral Efek Indonesia Tahun 2026 ?
Jelang Buka Bursa Saham Perdana 2026 Hari Ini : Tren Bullish ! IHSG Cetak Rekor Baru 24 Kali All-time High Sepanjang Tahun 2025
Prediksi IHSG 2026 : Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Target Tembus 10.000 Akhir Tahun, Begini Katanya
Vale Indonesia Berhentikan Kegiatan Tambang di Seluruh Wilayah IUPK INCO Sementara Waktu, Apa Penyebabnya ?
Austindo Nusantara Jaya Hentikan Operasional 3 Anak Perusahaan, Manajemen ANJT Beberkan Penyebabnya
Bukit Makmur Mandiri Utama Ganti Dirut, Kini Ronald Sutardja Dipercaya Pimpin Anak Usah DOID Efektif 1 Januari 2026
Revisi Jadwal Dividen Interim CDIA 2025 ! Cek Cum Date, Ex Date dan Tanggal Pembayaran Dividen Chandra Daya Investasi
PT SLJ Global Dapat Pinjaman dari Amir Sunarko Sebesar SGD 2 Juta ! Manajemen SULI Bakal Gunakan Untuk Apa ?
WIKA Digugat PT Abacurra Indonesia Terkait Tagihan ! Perkara PKPU Disidangkan di PN Niaga Jakarta Pusat, Begini Penjelasan Manajemen Wijaya Karya