Pendapatan Bersih GLOB Turun Drastis dari Rp149,39 M ke Rp39,6 M ! Bos Globe Kita Terang Beberkan Penyebabnya dan Strategi Tahun 2026

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Minggu, 4 Januari 2026 | 06:03 WIB
Kabar Saham Hari Ini : Pendapatan Bersih GLOB Turun Drastis dari Rp149,39 M ke Rp39,6 M ! Bos Globe Kita Terang Beberkan Penyebabnya dan Strategi Tahun 2026 (Prod. Kalimantansatu.com)
Kabar Saham Hari Ini : Pendapatan Bersih GLOB Turun Drastis dari Rp149,39 M ke Rp39,6 M ! Bos Globe Kita Terang Beberkan Penyebabnya dan Strategi Tahun 2026 (Prod. Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM - Pendapatan bersih PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB) turun drastis menjadi Rp39,6 Miliar pada 30 September 2025 dari sebelumnya sebesar Rp149,39 Miliar pada 30 September 2024.

Hal ini berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) 21 terkait Pendapatan Bersih pada Laporan Keuangan Interim per 30 September 2025.

Penurunan paling material berasal dari segmen Telepon Seluler, yang turun drastis dari Rp98,82 Miliar (2024) menjadi Rp10,11 Miliar (2025).

Segmen mesin dan peralatan kopi serta kartu perdana dan voucher isi ulang juga mengalami penurunan signifikan.

Sementara, segmen lain relatif kecil dan tidak mampu mengkompensasi penurunan utama.

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini : Penyebab Transformasi Bisnis Globe Kita Terang (GLOB) dari Perdagangan Telepon Seluler ke Sektor Ekonomi Hijau, Kembangkan TOSS

Direktur Utama GLOB, Sugiono Wiyono Sugialam mengungkapkan, penurunan pendapatan bersih secara signifikan khususnya pada segmen telepon seluler.

"Terutama disebabkan oleh tingginya tingkat persaingan serta dinamika pasar yang terus berubah, tingginya modal kerja yang dibutuhkan dalam segmen bisnis ini dan margin yang relatif rendah," ungkap Sugiono dalam penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Dalam beberapa tahun terakhir, GLOB juga secara bertahap mempersiapkan transformasi usaha menuju bisnis gaya hidup, yang mencakup pengembangan ekosistem kopi serta layanan manajemen digital marketing/influencer management.

Sejalan dengan hal tersebut, lanjut dia, Perseroan menjaga dan dalam beberapa hal mengurangi fokus pada bisnis telepon seluler dan penjualan produk operator, sambil mempersiapkan pengembangan usaha di bidang ekonomi hijau.

Baca Juga: PT SLJ Global Dapat Pinjaman dari Amir Sunarko Sebesar SGD 2 Juta ! Manajemen SULI Bakal Gunakan Untuk Apa ?

Adapun penurunan pendapatan pada segmen utama dipengaruhi oleh perubahan strategi dan kondisi pasar.

Pada segmen tertentu, penurunan bersifat struktural seiring dengan penyesuaian fokus usaha, sementara pada segmen lainnya bersifat sementara dan masih bergantung pada dinamika pasar dan kinerja usaha baru.

"Perseroan fokus pada usaha yang menghasilkan keuntungan (Ebitda) lebih baik dibandingkan hanya kepada pendapatan saja," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X