Kinerja PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) di Kuartal I 2026 Catatkan Pertumbuhan Pendapatan Bersih Rp5 Triliun, Ini Penjelasan Manajemen

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 30 April 2026 | 14:21 WIB
Kinerja PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) di Kuartal I 2026 Catatkan Pertumbuhan Pendapatan Bersih Rp5 Triliun, Ini Penjelasan Manajemen (Tim Produksi Kalimantansatu.com)
Kinerja PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) di Kuartal I 2026 Catatkan Pertumbuhan Pendapatan Bersih Rp5 Triliun, Ini Penjelasan Manajemen (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA – PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAA) mengumumkan hasil kinerja kuartal pertama tahun 2026.

Pada kuartal pertama tahun 2026, emiten berkode ticker MAPA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 14,7% menjadi Rp5 triliun.

Laba kotor anak perusahaan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) itu mencapai Rp2,4 triliun.

Sementara, laba usaha meningkat 28,9% ke Rp603 miliar, dan EBITDA tercatat sebesar Rp991 miliar.

Laba bersih MAPA pada kuartal ini meningkat sebesar 39,6% menjadi Rp473 miliar.

Baca Juga: Pertumbuhan Pendapatan Cinema XXI Tembus 18,2% yoy di Kuartal I 2026, Bos CNMA Ungkap Penyebabnya ! Apakah Tersengat Sentimen Positif Film Lokal ?

“Kami merasa termotivasi atas kinerja awal tahun yang solid, dengan meningkatnya minat konsumen pada brand-brand kami yang didukung oleh periode Lebaran. MAA memanfaatkan momentum ini dengan memastikan ketersediaan produk yang tepat di seluruh portofolio. Hal ini memberikan fondasi yang kuat dalam menghadapi dinamika lingkungan bisnis yang terus berkembang," ungkap Ratih D Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Sebagai upaya untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan profitabilitas, lanjut dia, MAPA tetap fokus pada peningkatan efisiensi melalui optimalisasi inventory dan pengelolaan biaya, serta back-end process yang mendukung.

Pada saat yang sama, Perusahaan terus memajukan inisiatif digitalisasi dan otomasi, dengan memperluas kehadirannya di platform online dan offline untuk menghadirkan pengalaman belanja yang seamless.

"Ke depannya, kami tetap memperhatikan situasi global, termasuk ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, tekanan biaya, dan volatilitas mata uang. Fokus kami tertuju pada hal-hal yang dapat dikendalikan, termasuk memahami preferensi pelanggan, memperkuat fondasi multi-channel, dan membangun fleksibilitas untuk pertumbuhan jangka panjang,” pungkas Ratih.

(*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X