Bank SMBC Indonesia Catat Pertumbuhan di Tahun 2025, Cerminkan Strategi Fundamental Bisnis Berdasarkan Tata Kelola yang Baik

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Selasa, 3 Maret 2026 | 16:17 WIB
Bank SMBC Indonesia Catat Pertumbuhan di Tahun 2025, Cerminkan Strategi Fundamental Bisnis Berdasarkan Tata Kelola yang Baik (Tim Produksi Kalimantansatu.com)
Bank SMBC Indonesia Catat Pertumbuhan di Tahun 2025, Cerminkan Strategi Fundamental Bisnis Berdasarkan Tata Kelola yang Baik (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) membukukan pertumbuhan pada 2025 melalui manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian untuk senantiasa memberikan layanan finansial komprehensif ke berbagai segmen ritel dan bisnis, mulai dari ultramikro sampai korporasi.

“Kinerja konsolidasi SMBC Indonesia periode 2025 mencerminkan strategi kami yang berfokus pada fundamental bisnis yang didasari oleh tata kelola yang baik,” ujar Direktur Utama SMBC, Indonesia Henoch Munandar dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Per akhir Desember 2025, total aset Bank SMBC Indonesia secara konsolidasi mencapai Rp245,9 triliun, tumbuh 2,0% secara year-on-year (yoy).

Baca Juga: Laba Bersih Cimory Tumbuh 33,80% Menjadi Rp2,03 Triliun pada Tahun 2025 ! Bos Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Beberkan Capaian Angka Kinerja Positif

Di sisi kredit, SMBC Indonesia mencatat pertumbuhan secara konsolidasi sebesar 3,3% yoy menjadi Rp185,4 triliun pada akhir 2025.

Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah segmen, seperti segmen korporasi dan komersial yang meningkat 6,5% yoy dan realisasi kredit Jenius di luar Digital Micro yang tumbuh 11,3% yoy.

Realisasi penyaluran kredit konsolidasi sepanjang 2025 juga ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin efisien, dengan nilai pendanaan berbasis dana murah (CASA) yang naik 16,7% yoy menjadi Rp53,2 triliun dan rasio CASA yang tumbuh menjadi 40,6%.

Secara konsolidasi, total DPK SMBC Indonesia tumbuh 8,0% yoy menjadi Rp131,0 triliun pada akhir tahun lalu untuk menopang kebutuhan pendanaan tahun 2025.

SMBC Indonesia senantiasa menjaga rasio likuiditas dan pendanaan di tingkat yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 229,4% dan net stable funding ratio (NSFR) 123,0% per 31 Desember 2025.

Baca Juga: Luncurkan Buku, Bank Indonesia : Sistem Keuangan Indonesia Kuat dan Stabil di Tengah Ketidakpastian Global dan Fragmentasi Dunia yang Semakin Kompleks

Kedua rasio tersebut juga merefleksikan upaya SMBC Indonesia dalam menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga likuiditas dan permodalan tetap kuat.

Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi tercatat di angka 29,3% pada akhir tahun 2025.

Angka CAR tersebut di atas rata-rata industri 25,9% dan menunjukkan ruang untuk lebih mengembangkan bisnis dan melayani lebih banyak nasabah di berbagai segmen ke depannya.

Bank mencatatkan gross non-performing loan ratio secara konsolidasi berada di level 2,6% pada akhir Desember 2025, sedikit membaik dibandingkan 2,8% pada akhir September 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X