Alasan demi stabilitas pasar bukanlah langkah tepat penghindaran audit ulang.
"Publik berhak tahu, apakah bailout BCA saat itu benar demi menyelamatkan sistem perbankan nasional atau demi menyelamatkan segelintir konglomerat yang saat ini turut melahirkan konglomerat-konglomerat baru?," ungkapnya.
Sentimen pasar memang langsung bereaksi. Meski fundamental BCA masih solid, dengan laba bersih tumbuh dua digit, saham BBCA sempat tertekan di bursa.
“Fundamental BCA memang solid, tapi tekanan jual asing yang mencapai triliunan rupiah memperlihatkan bahwa kepercayaan pasar jangka pendek sedang terkikis. Menurut saya, bank sejuta umat ini saat ini berada di titik kritis,” pungkasnya.
(*)