Sumber itu menceritakan bola teman mainnya meleset dan mengenai beliau.
“Itu kecelakaan di lapangan golf,” ujar sumber tersebut saat dihubungi terpisah.
Saat itu, Yusuf disebut langsung dilarikan ke rumah sakit, namun upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Hingga kini, baik Bank BJB maupun keluarga belum memberikan penjelasan rinci mengenai proses medis yang dialami Yusuf pada malam itu.
Tidak ada pernyataan resmi dari pihak rumah sakit, keluarga, maupun manajemen Bank BJB yang mengonfirmasi kabar tersebut.
Berkaca dari kasus tersebut, sebagian publik pun menyoroti kepergian Yusuf dengan agenda strategis yang akan dilaksanakan Bank BJB.
Lantas, bagaimana sebenarnya rekam jejak karier yang dimiliki Yusuf Saadudin dalam industri perbankan daerah tersebut?
Jejak Posisi Dirut BJB hingga Wafat Jelang RUPSLB
Yusuf Saadudin dikenal sebagai pemimpin yang memiliki rekam jejak panjang di dunia perbankan.
Menilik rekam jejaknya, ia resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama Bank BJB pada Maret 2025 setelah berkarier di berbagai divisi strategis seperti KPR, KKB, dan Kredit Konsumer.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam di lingkungan perbankan dan bagi para kolega yang mengenalnya secara langsung.
Wafatnya Yusuf Saadudin terjadi hanya beberapa minggu sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank BJB.
Diketahui, RUPSLB yang semula dijadwalkan berlangsung pada 1 Desember 2025 diubah menjadi 9 Desember 2025 dengan tambahan mata acara berupa pemberhentian Direktur Utama seiring kepergian Yusuf.
Baca Juga: Pertumbuhan Kredit UMKM Anjlok ke 0,11 Persen, BI Ungkap Penyebabnya ! Mengapa ?