KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA – Memasuki usia ke-12 tahun, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) terus memperkuat posisi sebagai bank syariah yang fokus mendampingi segmen ultra mikro di Indonesia.
Hingga kini, kinerja laba tetap ditopang oleh kualitas pembiayaan yang sehat, mencerminkan perilaku unggul yang dilakukan oleh nasabah dalam mengelola usaha, serta efektivitas pendampingan yang dilakukan secara konsisten oleh BTPN Syariah.
Bagi BTPN Syariah, kualitas pembiayaan tidak hanya mencerminkan kesehatan bisnis bank, tetapi juga menjadi indikator tumbuhnya kapasitas dan daya tahan nasabah.
Selama 12 tahun terakhir, BTPN Syariah memberikan akses keuangan sekaligus pendampingan bagi segmen ultra mikro dalam mengembangkan usaha dan menciptakan kehidupan yang lebih berarti bagi keluarga mereka.
Pendampingan yang dilakukan berfokus dalam membangun empat perilaku unggul (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu – BDKS), agar mampu bertahan dalam berbagai situasi.
Pada saat yang sama, Bank juga membuka ruang pertumbuhan baru pada pengembangan pembiayaan non komunitas yang merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bank, seperti pinjaman individu serta pinjaman kepada lembaga non keuangan.
Melalui perluasan segmen pembiayaan ini, Bank berupaya memperkuat fondasi bisnis, membuka peluang pertumbuhan baru dan berkelanjutan, serta menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami. Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan,” ungkap Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Adapun sepanjang semester pertama 2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 655 miliar.
Aset mencapai Rp 23 triliun, tumbuh 8% secara YoY, sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp 11 triliun, tumbuh 9% secara YoY dengan rasio keuangan yang tetap solid.
Hal tersebut tercermin dari Return on Asset (RoA) sebesar 7,2% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7%.
(*_*)