Rute Penerbangan Internasional Pontianak-Kuala Lumpur dan Pontianak-Kuching Dibuka Lagi, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Hubungan Bilateral Lintas Batas

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Minggu, 27 Juli 2025 | 08:38 WIB
Rute penerbangan internasional dari maskapai AirAsia dari Pontianak menuju Kuching dan Kuala Lumpur dibuka kembali. Penerbangan ini dijadwalkan mulai beroperasi kembali pada 12 September 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Adpim Pemprov Kalbar)
Rute penerbangan internasional dari maskapai AirAsia dari Pontianak menuju Kuching dan Kuala Lumpur dibuka kembali. Penerbangan ini dijadwalkan mulai beroperasi kembali pada 12 September 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Adpim Pemprov Kalbar)

Beberapa maskapai lain seperti Batik Air, Pelita Air, dan Skut juga telah mengajukan izin serupa, namun pemerintah provinsi memberikan prioritas kepada AirAsia.

“Kita berikan kesempatan kepada AirAsia terlebih dahulu. Kalau permintaan tinggi dan mereka kewalahan, baru kita buka kesempatan untuk maskapai lainnya,” terangnya.

Di sisi perdagangan, lanjut dia, hubungan dua wilayah juga terus meningkat.

Produk - produk hasil laut dari Kalimantan Barat seperti ikan, udang, dan kepiting menjadi komoditas ekspor ke Kuching.

"Masyarakat Kalbar juga gemar membeli produk Malaysia seperti Milo, gula, beras dan roti-roti khas Malaysia," pungkasnya.

Upaya Konkret

Sementara itu, Konsul Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri Abd Rahim menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Ria Norsan dan Pemerintah Provinsi Kalbar atas upaya konkret dalam memperkuat hubungan Malaysia–Indonesia.

“Dengan kerja keras dan dukungan Bapak Gubernur, akhirnya penerbangan dari Pontianak ke Kuching dan Kuala Lumpur dapat direalisasikan. Ini akan memperkuat hubungan dua hala antara Malaysia dan Kalimantan Barat,” ucapnya.

Azizul juga menyoroti bahwa Kalimantan Barat merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang memiliki pintu masuk darat terbanyak ke Malaysia, dengan tiga titik utama Aruk–Biawak, Entikong–Tebedu, dan Badau–Lubok Antu.

Menurut data Konsulat Malaysia, sepanjang tahun lalu, hampir 500.000 warga Kalimantan Barat bepergian ke Sarawak dan sekitar 400.000 warga Malaysia datang ke Kalbar melalui jalur darat.

Angka ini diprediksi akan meningkat signifikan dengan dibukanya kembali jalur udara.

Sarawak Travel Fair 2025 sendiri diadakan sebagai bagian dari persiapan menuju Visit Malaysia Year 2026.

Acara ini dihadiri oleh pelaku industri pariwisata, UMKM, lembaga pendidikan, dan sektor kesehatan dari kedua negara. Menariknya, AirAsia juga membuka booth rekrutmen untuk peluang kerja di industri penerbangan.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X