15 Jembatan Perintis Dibangun oleh TNI, Desa-desa Terisolasi di Aceh Kembali Terbuka

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Senin, 26 Januari 2026 | 19:20 WIB
Sebanyak 15 jembatan perintis dibangun oleh TNI pascabencana di Aceh. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka kembali akses desa-desa yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur setelah bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Sebanyak 15 jembatan perintis dibangun oleh TNI pascabencana di Aceh. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka kembali akses desa-desa yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur setelah bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Sebanyak 15 jembatan perintis dibangun oleh TNI pascabencana di Aceh. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka kembali akses desa-desa yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur setelah bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Sebanyak 15 jembatan perintis dibangun oleh TNI pascabencana di Aceh. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka kembali akses desa-desa yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur setelah bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Selain membangun fisik jembatan, para prajurit TNI juga menjalin kerja sama dengan masyarakat setempat. Di Desa Owak, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, personel TNI bergotong royong dengan warga untuk mengangkut batu-batu berukuran besar.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar merupakan salah satu kunci proses pemulihan pascabencana di Sumatra.

"Presiden menekankan pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur dan pelayanan dasar di wilayah terdampak bencana, seperti jembatan, jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pengungsian," kata Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan arahan Presiden Prabowo.

Infrastruktur dasar menjadi fondasi agar roda ekonomi, pendidikan, dan layanan publik kembali berjalan normal setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatra pada akhir November 2025 lalu.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X