Tak hanya itu, Kementerian Luar Negeri juga terus memantau operasional bandara internasional di wilayah terdampak beserta ketersediaan penerbangan setiap harinya.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya WNI yang terdampar akibat gangguan jadwal penerbangan.
Heni mengatakan saat ini terdapat sejumlah WNI yang melaporkan kendala perjalanan akibat pembatasan maupun penutupan ruang udara di beberapa wilayah.
Namun demikian, pemerintah memastikan para WNI tersebut tetap mendapatkan pendampingan selama menunggu penerbangan lanjutan.
"Untuk para WNI stranded ini, sambil menunggu penerbangan yang akan membawa para WNI, mereka mendapatkan akomodasi dan penginapan serta konsumsi dan pengaturan jadwal penerbangan lanjutan yang dikomunikasikan oleh perwakilan RI dan otoritas tempat," tambahnya.
(*)
Artikel Terkait
[KOLOM OPINI] Dialog Kenegaraan Presiden Prabowo: Simbol Persatuan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global
[KOLOM OPINI] Bonus Hari Raya, Wujud Kehadiran Negara Menjaga Keseimbangan
Gus Miftah Anggap MBG Program Baik, tapi Pengelolaannya Kurang Bagus : 'Salahnya yang Diperbaiki, Bukan Programnya Dihentikan'
Kunjungi Mitra Bayar di Makassar, Komisaris TASPEN Pastikan Penyaluran Dana THR Pensiunan Berjalan Lancar
Kesadaran Rendah ! Menkomdigi Tegur Platform Meta yang Cepat Hapus Palestina, namun Lemah Bersihkan Konten Fitnah hingga Hoax di Indonesia
KMP Tukangkayu Banyuwangi Gelar Pasar Murah, Sediakan Aneka Kebutuhan Pokok dengan Harga Terjangkau untuk Masyarakat
Pertamina Jaga Stok BBM Tidak Habis dalam 21 Hari untuk Pasokan Energi Nasional, Amankan Cadangan di Atas Level Minimum
Cek Tanggal Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil Genap Jalan Tol Mudik Lebaran 2026
THR Pensiun 2026 Pecah Rekor ! TASPEN Berhasil Salurkan ke 97 Persen Penerima dari 3,2 Juta Peserta Pensiun Karena Didukung Transformasi Digital
Jadi Negara Non-Barat Pertama ! Indonesia Larang Anak Usia di Bawah 16 Tahun Akses Medsos Mulai 28 Maret 2026, Bentuk Perlindungan Masa Depan