Gencar Tayangkan Berita Korupsi, Beberapa Media Mitra Promedia Group Kena Serang DDos

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Selasa, 23 Juni 2026 | 11:09 WIB
ILUSTRASI HACKER - Gencar Tayangkan Berita Korupsi, Beberapa Media Mitra Promedia Group Kena Serang DDos. (AI)
ILUSTRASI HACKER - Gencar Tayangkan Berita Korupsi, Beberapa Media Mitra Promedia Group Kena Serang DDos. (AI)

KALIMANTANSATU.COM – Delapan media yang tergabung dalam ekosistem Promedia Group menjadi sasaran serangan siber Distributed Denial of Service (DDoS) dalam sepekan terakhir.

Sejumlah serangan bahkan terindikasi mengarah langsung pada URL atau artikel tertentu yang memuat pemberitaan dugaan tindak pidana korupsi.

Media yang terdampak antara lain Riausatu.com, Sawitku.id, Jatimnetwork.com, Suara Merdeka Solo, Berita Senator, Kabarindo, Alifnews, dan Poros Jakarta.

CEO Promedia Group Agus Sulistriyono menilai pola serangan tersebut tidak bisa dianggap sebagai gangguan teknis biasa.

Apalagi sebagian serangan mengarah pada artikel-artikel yang mengangkat dugaan kasus korupsi.

"Kami melihat ada pola yang patut diduga berkaitan dengan pemberitaan tertentu. Kalau ada pihak yang keberatan terhadap sebuah berita, tempuh mekanisme pers. Hubungi redaksi, gunakan hak jawab, atau komunikasikan dengan Promedia. Jangan menggunakan cara-cara kriminal," kata Agus di Bandung, Selasa 23 Juni 2026.

Menurut Agus, Promedia bertanggung jawab terhadap keamanan teknologi informasi media-media yang berada dalam ekosistemnya.

Karena itu, pihak yang merasa keberatan terhadap suatu konten juga dapat berkomunikasi langsung dengan Promedia Group.

Baca Juga: Kebijakan B50 Mulai Berlaku 1 Juli 2026, Bantu Indonesia Hemat Devisa Hingga Rp157 T Tahun Ini

Lebih dari 160 Juta Request

Direktur Teknologi Informasi Promedia Group, Rahmad Maulana mengatakan selama tujuh hari terakhir serangan yang masuk ke sejumlah media anggota mencapai lebih dari 160 juta request.

Salah satu serangan terbesar terjadi pada Poros Jakarta yang menerima sekitar 32 juta request dalam satu gelombang serangan pada Senin (22/6).

"Serangan DDoS dilakukan dengan membanjiri server menggunakan sejumlah besar request secara simultan. Tim kami telah mendokumentasikan seluruh jejak digital serangan dan terus melakukan mitigasi untuk memastikan layanan media tetap berjalan normal," kata Rahmad.

Menurut Rahmad, sejumlah bukti teknis telah dikumpulkan dan tengah dianalisis lebih lanjut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X