13 Wilayah Tercemar Udara
JPBN Sarawak menyatakan, kualitas udara wilayahnya menunjukkan tren peningkatan pada pembacaan API sejak 1 Agustus 2026, dengan total 13 wilayah yang terdampak kabut asap karhutla di Malaysia.
"2 wilayah mencatat pembacaan API dalam kategori sangat tidak sehat, yaitu 212 di Tebedu dan 202 di Serian," ungkap JPBN Sarawak.
"Sementara 11 wilayah berada dalam kategori tidak sehat, yaitu Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Bintulu, Samalaju, Miri, Lundu, Lubok Antu, dan Lawas," sebutnya.
Bayangi Anak-anak hingga Ibu Hamil
Sebagai catatan, indeks API nol hingga 50 menunjukkan kualitas udara yang baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat.
Ada pun, nilai 201 hingga 300 termasuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan pembacaan di atas 300, tergolong berbahaya.
Atas hal itu, JPBN Sarawak juga menyarankan anak-anak sekolah terlebih bagi seluruh kalangan masyarakat, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Hal tersebut, terutama ketika indeks kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat atau lebih tinggi.
"Kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan masalah pernapasan atau jantung, harus membatasi paparan mereka terhadap udara yang tercemar," tandasnya.
(Uploader: Panji Narendra M.)
Artikel Terkait
Membedah Dampak Negatif Kabut Asap Karhutla Bagi Ekonomi: Bukan Sekadar Masalah Kesehatan, Ini Sektor-Sektor Ekonomi yang Paling Terpukul
Transformasi TLKM : Telkom Indonesia Targetkan Pangkas 68 Entitas Anak Jadi 18 ! Dibahas Langsung Kepala BP BUMN Dony Oskaria
Hasil RUPSLB Restui Buyback Saham ASMI 10%, Asuransi Maximus Graha Persada Siapkan Dana Rp17,92 Miliar
Transaksi Renminbi Tembus US$38,9 Miliar! BI Siapkan Bank of China dan Himbara Jadi Bank Kliring, Beroperasi Kuartal IV-2026
Pembahasan Tingkat I Selesai: Seluruh Fraksi Banggar DPR Setujui RUU P2 APBN TA 2025, Menkeu Purbaya Apresiasi : Fondasi Pengelolaan Keuangan Negara
Bekali Peserta P3MD, Menperin Agus Gumiwang Ingatkan Pemimpin BUMN Hadapi Risiko Majemuk dan Dinamika Global, Sebut Ukuran Perusahaan Bukan Jaminan!
Menperin Agus Gumiwang: BUMN Harus Jadi Pembangun Kapabilitas Nasional, Bukan Sekadar Pelaksana Proyek
Peluncuran IBMA: Menko Airlangga Incar 1.800 Ton Emas Masyarakat yang Masih Disimpan di Bawah Bantal untuk Masuk Ekosistem Perbankan
Hadapi Ketidakpastian Global: Pemerintah Kian Pacu Kebijakan Prioritas dan Investasi, Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional
[KOLOM OPINI] Keracunan MBG Terus Berulang: Pecah Dapur 3.000 Porsi, Sebarkan Manfaat Ekonominya
Warga Kalsel Adu Suara Klakson di Jalanan, Jarak Pandang Terbatas dan Lampu Kendaraan Tak Tembus Kabut Asap Karena Dampak Karhutla