“Harga LPG di pasaran saat ini sekitar Rp20.000 per tabung ukuran 3 kilogram, di koperasi Rp16.000. MinyaKita biasanya di pasaran Rp21.000, di koperasi Rp15.700,” ungkap Qodari pada 10 Juni 2026 lalu.
Berdasarkan data Kemendukbangga tahun 2025, terdapat sekitar 74 juta keluarga di Indonesia, dengan rata-rata konsumsi empat tabung LPG dan empat liter minyak goreng setiap bulan.
Dengan asumsi tersebut, penghematan dari pembelian LPG diperkirakan mencapai sekitar Rp14,2 triliun per tahun dari selisih Rp4.000.
Sama halnya dengan penghematan minyak, Qodari menyebut diperkirakan bisa mencapai Rp18,82 triliun per tahun dari selisih harga Rp5.300 per liter.
“Maka dalam satu tahun sebenarnya masyarakat dapat menghemat sekitar Rp33 triliun. Bagi keluarga yang setiap hari menghitung pengeluaran dengan cermat, itu adalah penghematan yang berarti, dan angka itu bukan sekadar kalkulasi di atas kertas, bukan cuman omon-omon,” terang Kepala Bakom tersebut.
Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, Qodari menyebut bahwa selain merekrut manajer dalam skala nasional, juga ada pekerja lokal yang dilibatkan untuk mengurus KDKMP.
Target pembangunan 80.000 unit KDKMP pada 2029, kata Qodari berpotensi bisa menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.
“Setiap gerai KDKMP melibatkan satu manajer yang telah mengikuti rekrutmen nasional, serta 17 pekerja lokal yang seluruhnya diprioritaskan berasal dari desa setempat,” ujarnya.
Baca Juga: Inflasi Indonesia Tetap Terkendali Hingga Juni 2026, BPS Beberkan Rinciannya
Komunikasi Membumi dan Berbasis Data ala Qodari
Dengan perannya sebagai Kepala Bakom RI, Qodari telah menyampaikan kemajuan program Kopdes Merah Putih, baik perencanaan maupun kondisi di lapangan.
Tak hanya pernyataan manis untuk membantah rumor, sajian data dengan angka juga dibuka kepada.
Masyarakat yang akan bersinggungan langsung dengan program pemerintah, kepercayaan publik juga terbangun lewat transparansi program.
(*_*)