Ateng menjelaskan kenaikan produksi ini berjalan seiring bertambahnya luas panen padi.
Pada Mei 2026, luas panen padi tercatat mencapai 0,98 juta hektare.
Selanjutnya, potensi luas panen pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, meningkat 0,04 juta hektare atau 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
"Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,04 juta hektare atau naik 0,43 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," ujar Ateng.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pertanian.
Mulai dari percepatan tanam, perbaikan irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, hingga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang berpihak pada petani.
“Alhamdulillah, produksi pangan nasional terus menunjukkan tren positif. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu memperkuat produksi pangan nasional agar Indonesia semakin mandiri dan petani semakin sejahtera,” kata Amran.
Amran menegaskan tren peningkatan produksi yang terus terjaga tersebut juga sejalan dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 38 juta ton, sehingga menempatkan Indonesia di posisi empat besar produsen beras terbesar di dunia.
“FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia tahun ini mencapai sekitar 38 juta ton. Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah berada pada jalur yang benar. Indonesia kini tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan dunia sebagai salah satu kekuatan pangan global,” ujar dia.
Pemerintah akan terus menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional, di antaranya dengan membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi, memperluas area tanam, mengoptimalisasi lahan rawa, mengembangkan mekanisasi pertanian, mendorong penggunaan benih unggul, serta memperkuat hilirisasi pertanian.
“Kita tidak boleh berhenti. Produksi harus terus ditingkatkan, biaya produksi petani harus ditekan, dan kesejahteraan petani harus terus naik. Dengan kerja bersama, kita optimistis Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tegas Amran.
(Uploader: Panji Narendra M.)
Artikel Terkait
Evaluasi Program MBG Fokus pada Tata Kelola dan Kualitas Layanan, Qodari : Ditata dari Segi Pengelolaannya
Fundamental Ekonomi Kuat dan Kondisi Stabil ! Kepala Bakom RI Qodari Tegaskan Kondisi RI Kini dan 1998 Sangat Berbeda
Intip Beberapa Poinnya! Soal Tambang Galian C Di Banyuwangi, DPW JPKP Jawa Timur Pernah Layangkan Kajian Tentang Potensi Kerugian Negara
Mantan Menkeu Fuad Bawazier Prediksi Program MBG Semakin Sempurna di Tahun Ketiga : 'Program Besar dan Baru kok Mau Langsung Perfect'
[KOLOM OPINI] Ketika UU Pers Bertemu Era TikTok: Masih Relevankah Regulasi yang Dibuat pada 1999?
Tingkat Kepuasan Publik Tinggi era Prabowo Subianto, Kepala Bakom RI Qodari : Pemerintah Tidak Berpuas Diri
Bos BSI Area Sulsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Verbal terhadap Bawahannya, Korban Mengaku Depresi
Promedia Group Sambangi Kantor Bakom RI, Audiensi Bahas Penguatan Komunikasi Publik Bersama Jaringan Media Lokal
Inflasi Indonesia Tetap Terkendali Hingga Juni 2026, BPS Beberkan Rinciannya
Digendong Ekspor Olahan Nikel hingga Sawit, Neraca Perdagangan Nonmigas Indonesia Surplus USD16,31 Miliar hingga Mei 2026