Hadapi Ketidakpastian Global: Pemerintah Kian Pacu Kebijakan Prioritas dan Investasi, Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:39 WIB
ILUSTRASI EKONOMI - Hadapi Ketidakpastian Global: Pemerintah Kian Pacu Kebijakan Prioritas dan Investasi, Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional (Kalimantansatu.com/Dok. Freepik)
ILUSTRASI EKONOMI - Hadapi Ketidakpastian Global: Pemerintah Kian Pacu Kebijakan Prioritas dan Investasi, Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional (Kalimantansatu.com/Dok. Freepik)

Sementara itu, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) telah mengelola DHE (Devisa Hasil Ekspor) sebesar USD14 miliar dari tiga komoditas strategis dalam 2 bulan 13 hari operasional serta memonitor lebih dari 6.500 transaksi ekspor untuk memperkuat tata kelola dan mencegah praktik under invoicing maupun transfer pricing.

Di sisi kelembagaan, transformasi BUMN terus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Dari total 1.074 BUMN termasuk anak dan cucu usaha, sebanyak 290 telah ditutup dan Pemerintah menargetkan jumlah maksimum BUMN menjadi 300.

Sejalan dengan langkah tersebut, laba BUMN meningkat dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025 atau tumbuh 75,3%.

Memasuki 2027, Pemerintah juga menyiapkan sejumlah transformasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas produksi, produktivitas, daya saing, serta kesejahteraan masyarakat.

Sepuluh transformasi dorongan besar tersebut mencakup renovasi 10.000 Puskesmas, pembangunan dan revitalisasi 441 RSUD, renovasi sekolah, Bursa Komoditas Indonesia, optimalisasi aset BUMN, pengembangan 100 GW (gigawatt) energi surya, Pusat Finansial Internasional Indonesia di Bali, Danantara Development Management Fund, elektrifikasi mobilitas rakyat, serta kebijakan dwi-kewarganegaraan.

Keseluruhan agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi melalui transformasi sisi penawaran, peningkatan sektor bernilai tambah tinggi, revitalisasi sektor ekonomi yang resilien, serta peningkatan daya saing investasi dan ekspor.

Haryo menambahkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi menuju 8% dengan dukungan investasi, industri, dan produktivitas, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan menciptakan lapangan kerja.

“Berbagai agenda transformasi yang disiapkan untuk 2027 merupakan bagian dari upaya Pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih produktif dan berkelanjutan. Melalui penguatan sektor strategis dan peningkatan daya saing, Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi semakin tinggi sekaligus semakin inklusif,” pungkas Haryo Limanseto.

(Prabu Warah)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X