Kolaborasi ini diharapkan mempermudah pasokan kebutuhan pokok dan barang manufaktur bagi masyarakat Kalbar dari Jawa Timur.
“Banyak kebutuhan Kalimantan Barat yang dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan pelaku usaha Jawa Timur, mulai dari beras, gula, bawang, cabai, daging dan produk peternakan, susu, pupuk dan sarana produksi pertanian, bahan bangunan, mesin dan peralatan industri, hingga berbagai produk manufaktur,” katanya.
Program Misi Dagang Kalbar-Jatim 2026 ini diproyeksikan dapat menjaga kestabilan harga barang, mengamankan stok logistik, mendorong kelas UMKM, dan memperluas integrasi rantai pasok nasional.
Di akhir sambutannya, Gubernur Ria Norsan mengimbau para pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan ruang kemitraan ini secara optimal.
“Saya mengajak seluruh pelaku usaha Kalimantan Barat untuk memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Bangun komunikasi, tawarkan produk, temukan mitra, dan buka peluang kerja sama baru. Begitu pula kepada para pelaku usaha Jawa Timur, Kalimantan Barat terbuka untuk kerja sama, investasi, dan kemitraan yang saling menguntungkan,” pungkasnya.
(Uploader: Panji Narendra M.)