KALIMANTANSATU.COM - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81, Indonesia secara resmi mengaktifkan kembali kran ekspor beras nasional melalui kesepakatan pengiriman 200.000 ton beras kualitas premium ke Malaysia secara bertahap.
Tahap awal akan dimulai dengan pengiriman 1.000 ton beras sebagai bagian dari total nilai kontrak ekspor sebesar Rp3,39 triliun.
Untuk komoditas beras premium yang dikirim ke Negeri Jiran tersebut, harga yang disepakati berada di kisaran Rp17.000 atau setara 3,9 ringgit per kilogram.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keputusan membuka kembali ekspor ini membuktikan ketahanan serta keamanan pasokan beras dalam negeri.
“Ini kabar baik untuk Indonesia. Kita sudah swasembada beras. Stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan, kita sudah sewa gudang 2 juta ton. Kita surplus,” ungkap Amran dalam penandatanganan kesepakatan kerja sama ekspor beras ke Malaysia di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Statistik Produksi dan Cadangan Beras Nasional
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), total produksi beras nasional sepanjang 2025 menyentuh angka 34,69 juta ton, jauh melampaui tingkat konsumsi dalam negeri yang berada di rentang 30–31 juta ton.
Kondisi tersebut menciptakan surplus nasional sebesar 4 juta ton pada 2025.
Tren peningkatan produksi diproyeksikan terus berlanjut pada 2026, yang kian memperkokoh cadangan beras nasional di angka 5,2 juta ton.
Pasokan ini menjamin ketahanan cadangan beras Indonesia tetap aman setidaknya hingga Mei 2027.
Mentan menegaskan bahwa tingginya surplus memberi kelonggaran bagi Indonesia untuk mengisi pasar luar negeri tanpa mengganggu stabilitas pasokan domestik.
“Produksi 2026 dengan 2025 itu surplus 8 juta ton. Sedangkan kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton. Oleh karena itu, dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” ujar Amran.