Dari sisi penerimaan negara, optimalisasi kapasitas perpajakan dilakukan melalui integrasi teknologi informasi dan pengawasan lintas instansi, seperti penyempurnaan sistem Coretax, CEISA, dan Simbara.
Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2027
Di tengah catatan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 sebesar 5,29 persen (yoy) dan semester I mencapai 5,45 persen, pemerintah menetapkan sejumlah asumsi makro untuk tahun 2027:
-
Pertumbuhan Ekonomi: Ditargetkan mencapai 6,0 persen.
-
Inflasi: Diproyeksikan terjaga pada level 2,5 persen melalui stabilisasi pangan dan kelancaran distribusi.
-
Nilai Tukar Rupiah: Diproyeksikan pada level Rp17.500 per dolar AS.
-
Rata-rata Yield SBN 10 Tahun: Diproyeksikan sebesar 6,9 persen.
Pemerintah menyerap seluruh pandangan serta koreksi dari fraksi-fraksi DPR RI untuk ditindaklanjuti dalam pembahasan teknis RUU APBN 2027 selanjutnya.
(Prabu Warah)