LKPP 2025 Raih Opini WTP, Kesepuluh Kali Sejak 2016! Menkeu Purbaya Tegaskan Komitmen Akuntabilitas APBN, Kredibel dan Adaptif

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:52 WIB
LKPP 2025 Raih Opini WTP, Kesepuluh Kali Sejak 2016! Menkeu Purbaya Tegaskan Komitmen Akuntabilitas APBN, Kredibel dan Adaptif (Kalimantansatu.com/Dok. IG @menkeuri)
LKPP 2025 Raih Opini WTP, Kesepuluh Kali Sejak 2016! Menkeu Purbaya Tegaskan Komitmen Akuntabilitas APBN, Kredibel dan Adaptif (Kalimantansatu.com/Dok. IG @menkeuri)

KALIMANTANSATU.COM - Pemerintah memastikan tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus dipertahankan agar senantiasa sehat, kredibel, adaptif, serta responsif dalam menghadapi dinamika tantangan ekonomi global.

Hal tersebut dibuktikan melalui Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025 yang kembali memperoleh predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pencapaian ini sekaligus menandai raihan opini WTP yang kesepuluh secara berturut-turut sejak LKPP Tahun 2016.

Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam agenda Pendapat Akhir Pemerintah atas RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2025 pada Rapat Paripurna DPR RI ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

“Opini WTP ini adalah Opini WTP yang kesepuluh kalinya diperoleh Pemerintah sejak LKPP Tahun 2016. Hal ini menunjukkan konsistensi dan keseriusan pemerintah untuk selalu menjaga akuntabilitas penyelenggaraan keuangan negara,” ungkap Menkeu Purbaya.

Baca Juga: Jawaban Menkeu Purbaya atas Pandangan Fraksi DPR RI: RAPBN 2027 Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6%, Pemerintah Alokasikan Belanja Negara Rp4.097,2 T

Transparansi dan Fungsi Adaptif APBN

Purbaya menegaskan bahwa raihan opini WTP tidak membuat pemerintah berpuas diri.

Data dan penyajian dalam LKPP akan terus dioptimalkan sebagai acuan perumusan kebijakan, instrumen evaluasi perbaikan kinerja birokrasi, serta kanal transparansi bagi masyarakat luas.

Prinsip kehati-hatian (prudential), kompetensi, dan integritas terus diterapkan dalam menjaga daya tahan APBN demi mewujudkan kesejahteraan publik.

“APBN akan terus dijaga tetap sehat dan kredibel sehingga menjadi instrumen fiskal yang adaptif, responsif, dan efektif dalam menstimulasi perekonomian dan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” kata Purbaya.

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di RAPBN 2027, Banggar DPR RI Minta Dampak Nyata pada Sektor Riil, Menkeu Purbaya Siap Selaraskan Data Anggaran

Capaian Indikator Ekonomi dan Kesejahteraan 2025

Kendati dihadapkan pada fragmentasi perdagangan global dan eskalasi geopolitik yang menekan rantai pasok dunia sepanjang tahun 2025, lanjut Purbaya, perekonomian nasional mampu mencatatkan kinerja yang solid diantaranya sebagai berikut:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X