KALIMANTANSATU.COM – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Kini, warganet ramai membahas fenomena yang mereka sebut sebagai "kutukan gocap".
Hal ini menyusul harga saham GOTO yang kembali bertahan di level Rp50 per lembar.
Pantauan di platform Threads menunjukkan banyak investor ritel membagikan pengalaman mereka setelah bertahun-tahun memegang saham GOTO tanpa kunjung menikmati kenaikan harga yang signifikan.
Salah satu unggahan yang menarik perhatian berasal dari akun @adistyyy.tp.
"Apakah GOTO bakal keluar dari kutukan GOCAP? Ini hanyalah masalah waktu. Saatnya bikin wasiat untuk anak bungsu kalau ayahmu punya saham GOTO," tulis akun tersebut disertai emoji tertawa, seperti dikutip oleh Kilat.com (media mitra Promedia Group) pada Jumat 26 Juni 2026.
Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 5.700 kali dan memancing puluhan komentar dari investor lain.
Di kolom komentar, akun @t4ndraa mengaku kerap menerima pesan dari investor GOTO yang mengalami kerugian besar.
"Ada yg DM korban GOTO, kalau saya sih udah risen dari saham lihat begini," tulisnya sembari mengunggah tangkapan layar percakapan dengan seorang investor yang mengaku memiliki harga rata-rata pembelian (average) di level Rp338 per saham.
Masih Bertahan di Harga Rp50
Fenomena "kutukan gocap" tersebut sejalan dengan pergerakan saham GOTO sepanjang tahun ini.
Hingga Jumat (26/6/2026) pukul 09.36 WIB, saham GOTO diperdagangkan di Rp50 per saham, tidak berubah dari harga pembukaan.
Artikel Terkait
Terus Cetak Rekor ! Kini Produksi Beras 2026 Indonesia Naik Ketika Produksi Dunia Turun dan Cadangan Global Menipis
Pemerintah Siapkan 870 Ribu Hektare Perkebunan Rakyat untuk Genjot Lapangan Kerja Baru, Mentan Amran : Kita Lakukan Akselerasi
Kebijakan B50 Mulai Berlaku 1 Juli 2026, Bantu Indonesia Hemat Devisa Hingga Rp157 T Tahun Ini
Gencar Tayangkan Berita Korupsi, Beberapa Media Mitra Promedia Group Kena Serang DDos
Risalah RUPST Jembo Cable Company Tahun Buku 2025 : Bakal Bagi Dividen JECC Rp30,24 Miliar ke Para Pemegang Saham
Apa Hasil RUPST Primadaya Plastisindo ? Setujui Bagi Dividen Saham PDPP RpRp6,91 Miliar Hingga Rombak Komisaris
Pemerintah Perkuat Likuiditas Perbankan Melalui Penempatan Dana Jumbo ke Bank Himbara, Menkeu Purbaya Yakin Kredit Tumbuh 14-15 Persen
Catat Kinerja Moncer, Aset GTSI Tumbuh 32,25 Persen dan Pendapatan Naik 7,92 Persen ! Direksi Beberkan Kunci Keberhasilan dan Fokus Strategi
Waduh, SPBU Genteng Wetan Milik Siapa ? Terungkap Mitra Pertamina yang Sempat Dropping Solar dari Truk Tangki PT Puspita Cipta, Pelanggan Kecewa
Klarifikasi Kasus PT SSP ! Kejati Kaltara Tegaskan Pemberi Fasilitas Kredit Bukan dari BRI tapi Bank Raya Indonesia