investasi

Mengintip Kinerja KPEI Sepanjang Tahun 2025, Apa Target Kliring Penjaminan Efek Indonesia Tahun 2026 ?

Jumat, 2 Januari 2026 | 07:36 WIB
Mengintip Kinerja KPEI Sepanjang Tahun 2025, Apa Target Kliring Penjaminan Efek Indonesia Tahun 2026 ? (Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM - Sepanjang tahun 2025, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) memperkuat perannya sebagai lembaga infrastruktur pasar keuangan yang andal, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan pasar modal Indonesia.

Berbagai inisiatif strategis telah dijalankan untuk mendukung stabilitas sistem keuangan, meningkatkan efisiensi industri, serta memperluas layanan kliring dan penjaminan secara berkelanjutan.

Dalam mendukung pengembangan produk dan pendalaman pasar, KPEI berhasil mengimplementasikan layanan kliring, penyelesaian, dan penjaminan untuk transaksi derivatif keuangan untuk memastikan transaksi berjalan secara aman dan andal.

Untuk meningkatkan efisiensi partisipan, KPEI mengimplementasikan insentif haircut Triparty Repo yang mendukung optimalisasi Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD).

Baca Juga: Tahun 2025, Kinerja Pasar Modal Indonesia Ditutup Solid ! Jumlah Investor Meningkat, IHSG Tren Positif

Selain itu, KPEI juga mengimplementasikan modul validasi haircut pada transaksi Triparty Repo pada Sistem Pelaporan SPP-MKBD sebagai bagian dari penguatan pengawasan dan pelaporan.

Dalam upaya pendalaman instrumen antar pasar, KPEI telah memperluas perannya dengan implementasi layanan Triparty Agent Repo (TPA Repo), yang bertujuan untuk memfasilitasi transaksi repo antarbank dengan instrumen utama SBN dan mekanisme penyelesaian melalui sistem penyelesaian Bank Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, KPEI telah mengimplementasikan Integrated Collateral Management System (ICMS) untuk transaksi bilateral dan Triparty Repo guna meningkatkan efisiensi operasional, mitigasi risiko, dan optimalisasi pemanfaatan agunan dalam transaksi.

Dari sisi tata kelola dan ketahanan operasional, KPEI kembali menegaskan komitmennya terhadap standar internasional melalui keberhasilan pembaruan sertifikasi ISO, mencakup keamanan informasi, mutu layanan, kesinambungan bisnis, serta penerapan sistem manajemen anti-penyuapan.

Baca Juga: Sidak Harga dan Stok Pangan Pasar Tebet Barat saat Nataru, Mentan Amran Sulaiman Masih Temukan Harga Minyak Goreng Rakyat Dijual Pedagang di Atas HET

Penguatan tata kelola juga tercermin melalui pembentukan Komite Teknologi Informasi KPEI, yang menjadi forum strategis dalam memastikan arah pengembangan teknologi sejalan dengan kebutuhan bisnis dan mitigasi risiko.

Sementara itu, dalam aspek keberlanjutan, KPEI berhasil meraih Gold Rating pada penghargaan Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025, yang mencerminkan kualitas pengungkapan dan komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan, tata kelola, dan tanggung jawab sosial.

Efisiensi Penyelesaian 63,25%

Dari sisi operasional kliring transaksi bursa, hingga 19 Desember 2025, KPEI mencatatkan rata-rata nilai penyelesaian sebesar Rp5,46 triliun dari RNTH sebesar Rp17,99 triliun, dengan efisiensi penyelesaian di pasar reguler sebesar 63,25%.

Halaman:

Tags

Terkini