perbankan

Nasabah Bank Sumut Serdang Bedagai Syok Saldo Tabungan Raib Rp61 Juta. Sempat Terima Kiriman WhatsApp dari Pelaku yang Mengatasnamakan Dirjen Pajak

Jumat, 18 Oktober 2024 | 13:47 WIB
Ilustrasi penipuan dan pencurian data digital (Kalimantansatu.com/Pixabay Mohamed_hassan)

KALIMANTANSATU.COM, SERDANG BEDAGAI - Seorang nasabah Bank Sumut Cabang Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, mendadak syok.

Saldo tabungan milik nasabah yang tersimpan di Bank Sumut Cabang Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara itu hilang dalam hitungan menit.

Akibat kejadian tersebut, nasabah Bank Sumut cabang Sei Rampah di Serdang Bedagai mengalami kerugian sebesar Rp 61.000.000 juta dan melaporkan ke polisi.

Korban diketahui bernama Sugiono (40) warga Dusun II Desa Leberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Kepada wartawan, Senin 14 Oktober 2024, menyampaikan kejadian tersebut pada hari Kamis tanggal 3 Oktober 2024, tepatnya sekira pukul 16.00 WIB di Sei Rampah.

Baca Juga: Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya dan Jajaran Sambut Hangat Kunjungan Redaksi Timenews.co.id. Bahas Peran serta Sinergitas Pemerintah dan Media

"Awalnya, saya mau mengirim
uang kepada salah satu kios BRI link di Firdaus sebesar Rp 5.000.000 juta rupiah untuk sebuah kegiatan. Setelah mau kirim melalui MBanking Bank Sumut milik saya sendiri, saldo tidak mencukupi," kata Sugiono.

Merasa curiga, Sugiono langsung membuka Saldo
Mobile Banking Bank Sumut dan ternyata benar isi saldo sisa 1.054.000,-.

"Kemudian saya cek mutasi M Banking ternyata sudah ada transaksi uang sebanyak 3 kali dengan jumlah sebesar Rp 20.000.000 juta rupiah dengan nama yang sama di Bank NationalObu atasnama Nanang Suherman," timpal Sugiono.

Lantaran tidak mengenal nama tersebut, Sugiono langsung menuju ke Bank Sumut Cabang
Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, tepatnya di Kota Sei Rampah.

"Setiba dilokasi, saya meminta pihak bank Sumut untuk segera memblokir M. Banking maupun rekening pribadi saya. Setelah di cek saldo kembali ternyata sisa Rp 54.000 dan uang sebesar Rp 1.000.000 juga habis disikat," paparnya.

Saat disinggung wartawan, apakah pernah melakukan pembelian online maupun membuka kiriman link melalui via WhatsApp maupun minta kode OTP, Sugiono menegaskan, bahwa terkait hal tersebut saya tidak pernah melakukan.

"Saya tidak pernah melakukan adanya pembelian melalui online maupun kiriman link via WhatsApp pribadi orang tidak dikenal dan meminta kode OTP. karna saya tahu kalau seperti itu adalah Hacker," cetusnya.

Ia menambahkan, bahwa
sebelum kejadian dirinya mendapat kiriman WhatsApp dari pihak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tentang revisi data perusahaan miliknya dengan nomor Hp 6282258191966.

"Kemudian saya mencoba menghubungi pihak DJP tersebut dan saling komunikasi dengan seorang wanita. Pihak DJP meminta kirimkan dana materai sebesar Rp 10.000 ribu rupiah kepada saya. Kemudian, pihak DJP mengirimkan nomor rekening 8128919006 bank Maybank Indonesia atasnama Rika Oktaviani," terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini