perbankan

Pertumbuhan Kredit Melambat, Bagaimana Kondisi Perbankan di Indonesia ? OJK Beri Penjelasan

Minggu, 24 Agustus 2025 | 17:45 WIB
Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kinerja perbankan nasional tetap stabil meski pertumbuhan kredit tercatat mengalami perlambatan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan sektor perbankan Indonesia mampu bertahan menghadapi dinamika ekonomi dan politik global.

"Kinerja perbankan diproyeksikan tetap stabil meskipun terdapat perlambatan pertumbuhan kredit yang sejalan dengan siklus ekonomi," ujar Dian dalam siaran pers, Minggu 24 Agustus 2025.

Data OJK mencatat, pada Juli 2025 pertumbuhan kredit perbankan berada di level 7,03 persen secara tahunan (year on year).

Meski melambat, kualitas aset masih terjaga dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,28 persen dan Loan at Risk (LaR) turun ke angka 9,68 persen.

Baca Juga: Alasan 40 Ribu Pekerja Tekstil Terancam PHK Bila Usulan BMAD Sebesar 45 Persen terhadap Bahan Baku China Diterapkan

Pertumbuhan kredit juga didukung oleh sektor investasi yang meningkat 12,42 persen yoy, terutama pada sektor berbasis ekspor seperti pertambangan dan perkebunan.

Selain itu, sektor transportasi, industri, serta jasa sosial juga menjadi pendorong utama kinerja perbankan di kuartal kedua 2025.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7 persen yoy, berkontribusi terhadap likuiditas perbankan yang tetap terjaga.

Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) masing-masing berada di level 119,43 persen dan 27,08 persen.

Angka tersebut jauh di atas ambang batas minimum, yaitu 50 persen dan 10 persen.

Dian menambahkan, kondisi likuiditas yang solid menunjukkan perbankan masih berdaya tahan tinggi.

Baca Juga: 21 Ide Bisnis Online Menjanjikan untuk Pemula ! Bisa Menjadi Cara Menghasilkan Uang untuk Keluarga Sob

"Industri perbankan Indonesia masih menunjukkan resiliensi yang kuat dengan kinerja yang positif terhadap dinamika global yang terjadi," katanya.

Lebih jauh, permodalan perbankan juga masih kuat. Berdasarkan data Juni 2025, Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 25,81 persen.

Halaman:

Tags

Terkini