KALIMANTANSATU.COM - Berdasarkan kinerja tahun 2025 hingga bulan November yang masih berjalan ini, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) mengalami tekanan pada Laba Underwriting, terutama akibat kerugian besar yang terjadi di Bali.
Kendati demikian, ada optimisme dari Wakil Presiden Direktur AMAG Karel Fitrijanto terkait profitabilitas Perseroan hingga akhir tahun 2025.
"Kami memperkirakan kerugian underwriting satu kali ini akan lebih dari terkompensasi oleh Hasil Investasi yang melebihi anggaran," ungkapnya dia saat Public Expose Tahunan AMAG secara virtual pada Senin, 24 November 2025.
Dengan mempertimbangkan kedua elemen itu secara keseluruhan, lanjut dia, manajemen AMAG memperkirakan bahwa tahun 2025 akan melanjutkan tren kinerja kuat Perusahaan yang telah terlihat selama beberapa tahun terakhir.
"Kami akan terus mengonsolidasikan dan melaksanakan rencana yang telah disusun, dengan fokus pada peningkatan Laba Underwriting pada kuartal 3 dan kuartal berikutnya," timpalnya.
Bagaimana Strategi AMAG Tahun 2026 ?
Karel Fitrijanto menambahkan, ekspektasi manajemen adalah bahwa pasar akan kembali ke pertumbuhan rata-rata jangka panjang sekitar 7% pada tahun 2026 mendatang, didorong oleh pemulihan pada sektor kendaraan bermotor, properti, serta di segmen yang terkait kredit maupun non-kredit.
"Ambisi kami adalah melampaui tolok ukur 7% ini, sejalan dengan visi jangka panjang kami untuk mencapai pertumbuhan yang melebihi laju pasar," jelasnya.
Untuk mencapai hal tersebut, kata Karel, manajemen AMAG telah menyusun rencana terperinci yang berfokus pada distribusi dan pelayanan.
"Kami yakin terdapat potensi pertumbuhan yang signifikan pada saluran bancassurance dengan memperluas kemitraan dengan berbagai bank," imbuhnya.
Demikian pula, saluran broker menawarkan peluang substansial, dan AMAG akan terus memperkuat kinerja di sana.
Selain itu, AMAG tetap berkomitmen pada saluran agen, dengan memperluas jumlah agen yang direkrut dan dilatih, serta meningkatkan produktivitas per agen.