Bebas Tarif Masuk AS, Produk Rumput Laut dan Agar-Agar Indonesia Raih Keunggulan Kompetitif! Bandingkan Dengan Tarif Tambahan Section 301 Negara Lain

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:55 WIB
ILUSTRASI RUMPUT LAUT - Bebas Tarif Masuk AS, Produk Rumput Laut dan Agar-Agar Indonesia Raih Keunggulan Kompetitif! Bandingkan Dengan Tarif Tambahan Section 301 Negara Lain (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Forest_Wolf)
ILUSTRASI RUMPUT LAUT - Bebas Tarif Masuk AS, Produk Rumput Laut dan Agar-Agar Indonesia Raih Keunggulan Kompetitif! Bandingkan Dengan Tarif Tambahan Section 301 Negara Lain (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Forest_Wolf)

Total tarif tersebut lebih rendah dibandingkan dengan India yang mencapai sekitar 19,53 persen dan Vietnam sekitar 41,10 persen.

“Peluang peningkatan pangsa pasar udang Indonesia juga terbuka, khususnya dibandingkan dengan pemasok dari Asia, meskipun persaingan dengan Ekuador diperkirakan tetap ketat,” ujar Erwin.

Begitu juga dengan komoditas kepiting dan rajungan. Indonesia memiliki keunggulan tarif sebesar 2,5 persen dibandingkan dengan sejumlah pemasok Asia lainnya, seperti Vietnam dan Filipina.

Keunggulan yang sama dimiliki komoditas tuna Indonesia dibandingkan dengan produk asal Thailand, Vietnam, Filipina, dan Korea Selatan.

“Cumi-cumi, sotong, gurita, dan tilapia Indonesia juga berpeluang meningkatkan daya saing dibandingkan dengan produk dari sejumlah pemasok Asia, seperti Tiongkok, Vietnam, dan Thailand,” tambah Erwin.

Baca Juga: Jelang Rencana Demo 27 Agustus, Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Terprovokasi Isu Seruan Aksi Demonstrasi di Jakarta

Guna mengamankan daya saing dan menjawab peluang pasar AS tersebut, ia memastikan pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait, asosiasi perikanan, eksportir, dan Perwakilan RI di AS.

Kolaborasi ini untuk membantu eksportir udang menjalani proses administrative review antidumping; meningkatkan akses pasar tuna, rajungan, cumi-cumi, sotong, gurita, dan tilapia; mengembangkan pasar agar-agar dan rumput laut yang memperoleh pengecualian tarif tambahan; serta mengidentifikasi peluang bagi produk perikanan lainnya.

Selain itu, Erwin menekankan pentingnya penguatan kredibilitas rantai pasok. Karena itu, ia mendorong semua pihak memperkuat kepatuhan terhadap standar sosial dan ketenagakerjaan serta ketertelusuran melalui pengembangan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (STELINA).

“Hal tersebut diperlukan untuk menjaga kepercayaan pasar dan mengurangi risiko hambatan perdagangan lainnya,”pungkas Erwin.

(Prabu Warah)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: infopubik.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X