KALIMANTANSATU.COM, TANGERANG – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengumumkan hasil kinerja keuangan kuartal pertama 2026 (Q1 2026) pada Kamis (30/4/2026).
Hasilnya, mencerminkan akselerasi signifikan dalam momentum bisnis Perseroan.
2026 menjadi awal tahun yang sangat positif, dengan perbaikan yang merata pada seluruh indikator keuangan utama, yang menegaskan keberlanjutan progres inisiatif transformasi Perseroan serta penguatan kinerja operasional.
Pada Q1 2026, Penjualan Bersih MPPA tumbuh 4,5% secara tahunan menjadi Rp2.203 miliar atau Rp2,2 Triliun, mencerminkan akselerasi yang signifikan dibandingkan pertumbuhan sepanjang tahun FY 2025 sebesar 1,9%.
Pertumbuhan pendapatan yang kuat ini didukung oleh momentum periode festive serta respons positif pelanggan terhadap perbaikan inisiatif strategis Perseroan yang terus memperkuat keterlibatan pelanggan di seluruh jaringan gerai.
Kontribusi dari entitas anak Perseroan juga turut memperkuat kinerja ini, seiring ekspansi ke segmen pasar baru dan peluncuran format gerai baru yang menunjukkan hasil awal yang positif.
Laba Bruto meningkat 9,3% menjadi Rp354 miliar mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menghadirkan produk yang lebih relevan bagi pelanggan sekaligus menjaga efisiensi biaya secara konsisten.
Pertumbuhan ini didorong oleh perbaikan bauran penjualan, optimalisasi ragam produk, serta pengelolaan biaya pengadaan yang semakin disiplin.
Laba Operasional mencapai Rp34 miliar pada Q1 2026, meningkat sebesar 235,6% dibandingkan Rp10 miliar pada Q1 2025.
Pencapaian ini mencerminkan peningkatan efisiensi operasional Perseroan yang signifikan serta dampak nyata dari investasi yang dilakukan sepanjang FY 2025.
Laba Bersih berbalik positif pada kuartal ini menjadi Rp1,6 miliar, sebuah pembalikan yang signifikan dari rugi bersih sebesar Rp22,3 miliar pada Q1 2025.
Hasil ini mencerminkan kemajuan dalam pemulihan keuangan Perseroan serta menunjukkan bahwa operasional ritel inti MPPA mulai mampu mendukung profitabilitas.
Artikel Terkait
Ahli Keuangan Syariah Buka Suara soal Kritik Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Soal Biaya Perbankan Syariah Cenderung Lebih Mahal dari Bank Konvensional
Luncurkan Buku, Bank Indonesia : Sistem Keuangan Indonesia Kuat dan Stabil di Tengah Ketidakpastian Global dan Fragmentasi Dunia yang Semakin Kompleks
Melihat Perkembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) Indonesia! Dari Proposal MSCI, Reformasi Integritas serta Penegakan Hukum
Laporan Keuangan BLES Tahun 2025 : Pendapatan Bersih Capai Rp1,5 Triliun ! Berapa Penjualan Bata Ringan dan Semen Mortar PT Superior Prima Sukses Tbk?
Apa Saja ? PT Segar Kumala Indonesia Tbk Bakal Tambah 3 Bidang Usaha Baru ! Diklaim Bisa Berkontribusi Positif Terhadap Kinerja Keuangan BUAH
Laba Bersih MEDC Turun ! Apa Penyebabnya ? Cek Kinerjanya, Medco Energi Internasional Rilis Laporan Keuangan 2025
Laporan Keuangan ZINC 2025 Dapat Opini Tidak Menyatakan Pendapat ! Bos Kapuas Prima Coal Ungkap Penyebab dan Nasib Kelangsungan Usaha Perseroan
Mengintip Kinerja Keuangan Puradelta Lestari di Kuartal I 2026: Pendapatan Usaha Melonjak Lebih Dari 100%, Bos DMAS Beberkan Target Pencapaian Lainnya
Siloam International Hospital Bikin Rekor di Kinerja Keuangan Kuartal I 2026 ! Bos SILO Beberkan Capaian Utama dan Inisiatif Strategis yang Dilakukan
Ancaman Semakin Kompleks, OJK Perkuat Kapasitas Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital Nasional
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Bukukan Penjualan Neto Rp22,4 Triliun di Kuartal I 2026, Laba Bersih Melonjak 133 %