Intip Capaiannya! Bank SMBC Indonesia (BTPN) Catat Pertumbuhan Laba Operasional dan Kredit yang Kuat Sepanjang Kuartal III 2025 Lewat Strategi Adaptif

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 09:04 WIB
Intip Capaiannya! Bank SMBC Indonesia (BTPN) Catat Pertumbuhan Laba Operasional dan Kredit yang Kuat Sepanjang Kuartal III 2025 Lewat Strategi Adaptif (Tim Produksi Kalimantansatu.com)
Intip Capaiannya! Bank SMBC Indonesia (BTPN) Catat Pertumbuhan Laba Operasional dan Kredit yang Kuat Sepanjang Kuartal III 2025 Lewat Strategi Adaptif (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

Penyaluran kredit mencapai Rp186,2 triliun, meningkat 6% yoy dari Rp175,1 triliun pada tahun sebelumnya. Kredit di segmen retail juga menunjukkan pertumbuhan, seperti Joint Finance (34% yoy), Jenius di luar Digital Mikro (8% yoy), dan Mikro (7% yoy).

Kolaborasi Perseroan dengan Grup OTO turut mendorong peningkatan penyaluran di segmen Joint Finance.

Di segmen lain, kredit korporasi dan komersial meningkat 10% yoy, sementara piutang pembiayaan Grup OTO naik 11% yoy.

Biaya kredit meningkat 45% yoy menjadi Rp4 triliun akibat kenaikan pembentukan cadangan di segmen Joint Finance, korporasi, dan komersial, serta pengakuan biaya kredit Grup OTO.

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini : Catat Kenaikan Laba 20% YoY, Pendapatan Jayamas Medica Industri (OMED) Tembus Rp1,47 Triliun

SMBC Indonesia akan terus menerapkan praktik manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif, serta menjaga tingkat cadangan yang memadai demi menjaga kualitas portofolio.

Beban operasional meningkat 12% yoy menjadi Rp7,5 triliun, mencerminkan ekspansi bisnis secara keseluruhan serta konsolidasi Grup OTO.

Anak usaha SMBC Indonesia, yaitu PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah), mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp945 miliar pada Januari-September 2025, tumbuh 23% yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp9,8 triliun.

Dengan demikian, SMBC Indonesia mencatat laba bersih konsolidasi setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,5 triliun, turun 26% yoy.

Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto sebesar 2,8% per September 2025, lebih tinggi dibanding 2,2% setahun sebelumnya, namun membaik dari 3,2% pada akhir Juni 2025.

SMBC Indonesia dan Grup OTO terus menjunjung tinggi serta menerapkan praktik manajemen risiko yang disiplin dan penuh kehati-hatian.

Posisi likuiditas dan pendanaan tetap kuat, tercermin di rasio cakupan likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) sebesar 277,8%, rasio pendanaan stabil bersih (net stable funding ratio/NSFR) sebesar 119,9%, serta rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 29,8%.

Kinerja pendanaan tetap kuat, dengan saldo Current Account & Savings Account (CASA) naik 33% yoy menjadi Rp50,6 triliun.

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini : ANTAM-BRIN Teken MoU Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Indonesia saat Momen InaRI Expo, Apa Tujuannya ?

Pertumbuhan ini mendorong rasio CASA dari 33,6% pada September 2024 menjadi 42% pada September 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X