Penyaluran kredit mencapai Rp186,2 triliun, meningkat 6% yoy dari Rp175,1 triliun pada tahun sebelumnya. Kredit di segmen retail juga menunjukkan pertumbuhan, seperti Joint Finance (34% yoy), Jenius di luar Digital Mikro (8% yoy), dan Mikro (7% yoy).
Kolaborasi Perseroan dengan Grup OTO turut mendorong peningkatan penyaluran di segmen Joint Finance.
Di segmen lain, kredit korporasi dan komersial meningkat 10% yoy, sementara piutang pembiayaan Grup OTO naik 11% yoy.
Biaya kredit meningkat 45% yoy menjadi Rp4 triliun akibat kenaikan pembentukan cadangan di segmen Joint Finance, korporasi, dan komersial, serta pengakuan biaya kredit Grup OTO.
SMBC Indonesia akan terus menerapkan praktik manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif, serta menjaga tingkat cadangan yang memadai demi menjaga kualitas portofolio.
Beban operasional meningkat 12% yoy menjadi Rp7,5 triliun, mencerminkan ekspansi bisnis secara keseluruhan serta konsolidasi Grup OTO.
Anak usaha SMBC Indonesia, yaitu PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah), mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp945 miliar pada Januari-September 2025, tumbuh 23% yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp9,8 triliun.
Dengan demikian, SMBC Indonesia mencatat laba bersih konsolidasi setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,5 triliun, turun 26% yoy.
Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto sebesar 2,8% per September 2025, lebih tinggi dibanding 2,2% setahun sebelumnya, namun membaik dari 3,2% pada akhir Juni 2025.
SMBC Indonesia dan Grup OTO terus menjunjung tinggi serta menerapkan praktik manajemen risiko yang disiplin dan penuh kehati-hatian.
Posisi likuiditas dan pendanaan tetap kuat, tercermin di rasio cakupan likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) sebesar 277,8%, rasio pendanaan stabil bersih (net stable funding ratio/NSFR) sebesar 119,9%, serta rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 29,8%.
Kinerja pendanaan tetap kuat, dengan saldo Current Account & Savings Account (CASA) naik 33% yoy menjadi Rp50,6 triliun.
Pertumbuhan ini mendorong rasio CASA dari 33,6% pada September 2024 menjadi 42% pada September 2025.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Catatkan Kinerja Keuangan Solid 9 Bulan Pertama Tahun 2025, Pendapatan Ecocare Indo Pasifik (HYGN) Naik 18,3% YoY
Kabar Saham Hari Ini : Anak Perusahaan Mahaka Media (ABBA) Bentuk Usaha Patungan Bernama PT Aero Reksa Kreasi Angkasa Bareng 2 Perusahaan Ini
Kabar Saham Hari Ini : Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Sesuaikan Target Pra Penjualan 2025, Perkuat Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang
Kabar Saham Hari Ini : Penjualan PANI Melonjak 183% di 9 Bulan Pertama Tahun 2025, Capai 73% dari Target Tahunan
Kembali Lanjutkan Kinerja Positif, MNC Bank (BABP) Catat Pertumbuhan Laba Bersih 22% di Kuartal III-2025
Catat Kinerja Positif Kuartal III 2025 ! BTPN Syariah Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan, Laba Bersih Tetap Tumbuh
Kabar Saham Hari Ini : Mengintip Kinerja Keuangan Tripar Multivision Plus (RAAM) di Kuartal III 2025, Berhasil Turunkan Rugi Bersih 80% Secara Tahunan
Kabar Saham Hari Ini : Elnusa (ELSA) Catat Pertumbuhan Pendapatan 9% di Kuartal III 2025, Siap Tutup Tahun dengan Capaian Positif, Intip Strateginya
Kabar Saham Hari Ini : ANTAM-BRIN Teken MoU Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Indonesia saat Momen InaRI Expo, Apa Tujuannya ?
Kabar Saham Hari Ini : Mengintip Inovasi Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Mengembangkan Bisnis, Laba Bersih Kuartal III 2025 Tumbuh 33,3% QoQ
Kabar Saham Hari Ini : Lippo Cikarang (LPCK) Bukukan Marketing Sales Rp1,2 Triliun pada Kuartal III 2025 atau 73% dari Target Tahun 2025
Kabar Saham Hari Ini : Catat Kenaikan Laba 20% YoY, Pendapatan Jayamas Medica Industri (OMED) Tembus Rp1,47 Triliun