KALIMANTANSATU.COM - PT Bank Negara Indonesia Tbk merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham Perseroan atau buyback saham BBNI yang telah dikeluarkan dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sekaligus, rencana pengalihan saham hasil buyback sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka (POJK 29/2023).
Nilai transaksi buyback oleh Perseroan diperkirakan sebesar-besarnya Rp1.500.000.000.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah) termasuk biaya transaksi Buyback (meliputi biaya transaksi, biaya penyimpanan, dan commitment fee) sekitar 0,32% (nol koma tiga dua persen) dari nilai eksekusi Buyback.
Perkiraan buyback saham BBNI berlangsung pada periode 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027
"Rapat Umum Pemegang Saham untuk menyetujui rencana buyback sebagaimana dimuat dalam Keterbukaan Informasi ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2026 yang akan diselenggarakan secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI (electronic general meeting system KSEI) yang selanjutnya disebut (RUPST)," ungkap Manajemen BBNI dalam Keterbukaan Informasi BEI pada 29 Januari 2026.
Transaksi pembelian saham dilakukan melalui 1 (satu) Anggota BEI, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lambat 12 (dua belas) bulan sejak RUPST.
Buyback dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi bursa, kondisi likuiditas, harga saham atau permodalan Perseroan, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Dengan asumsi Perseroan menggunakan arus kas bebas (free cash flow) untuk Buyback sebesar Rp1.500.000.000.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah), maka aset dan ekuitas akan menurun sebesar Rp1.500.000.000.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah). Berkenaan dengan transaksi tersebut, maka dampak terhadap biaya operasional Perseroan tidak material, sehingga Laba Rugi diperkirakan masih sejalan dengan target Perseroan," jelas Direksi BBNI.
"Atas hal-hal tersebut, maka Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan Buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan, mengingat Perseroan memiliki modal dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan," tegasnya masih dikutip Kalimantansatu.com dari Keterbukaan Informasi BEI.
Apa Alasan Buyback Saham BBNI ?
Saham perbankan Indonesia mengalami tekanan sepanjang tahun 2025 terutama dipengaruhi oleh ketidakpastian global akibat risiko geopolitik dan ancaman perang tarif, sementara di dalam negeri perbankan nasional menghadapi tantangan likuiditas dan perlambatan loan demand.
Hal ini menyebabkan saham perbankan Indonesia mengalami tekanan lebih dalam dibandingkan dengan bank-bank di kawasan regional.
Artikel Terkait
Siapa Dirut BEI Baru Pengganti Iman Rachman ? OJK Akan Menunjuk Pelaksana Tugas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia
Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 21 Juta SID ! IHSG Sepekan Ditutup Bervariasi Selama Periode 23-30 Januari 2026
Diskusi ISI : Bedah Konsep Strategis Amerika Serikat di Era Trump dan Dampaknya terhadap Keamanan Indo-Pasifik, Uji Peran Indonesia
Apa itu Quasimodo Pattern Dalam Analisa Teknikal Saham ? Wajib Tahu ! Ketahui Jenis, Cara Membaca, Kelebihan dan Kekurangannya
Apa itu Belt Hold Saham Trading ? Ada 2 Jenis Sob, Ketahui Contoh Cara Menggunakan dan Memanfaatkannya saat Investasi
IHSG Bergejolak Setelah Pengumuman Rebalancing MSCI 2026 ! Menko Airlangga Hartarto Beberkan Langkah Demutualisasi BEI, Satu Diantaranya Free Float
BI dan Pemerintah Indonesia Sepakat Perkuat Sinergitas Kendalikan Indeks Harga Konsumen Tetap Dalam Kisaran Sasaran 2,5±1% pada 2026
Bank Indonesia Bongkar Strategi Pengelolaan Cadangan Devisa di Tengah Ketidakpastian Global dan Volatalitas Pasar Keuangan, Ada Peluang Pertumbuhan ?
Apa itu Indikator ADX Saham ? Salah Satu Teknik Unggulan Trading ! Terkadang Average Directional Index Digunakan Trader untuk Mendeteksi Kekuatan Tren
2 Cara Menggunakan Indikator ADX Saham untuk Trading ! Bisa Sebagai Validator Sinyal Jual/Beli dan Detektor Situasi Trending/Sideways