Terungkap Alasan Bank Negara Indonesia Rencana Buyback Saham BBNI Rp1,5 Triliun ! Apakah Terkait Fundamental Perusahaan ?

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:56 WIB
Terungkap Alasan Bank Negara Indonesia Rencana Buyback Saham BBNI Rp1,5 Triliun ! Apakah Terkait Fundamental Perusahaan ? (Kalimantansatu.com/Dok. BNI)
Terungkap Alasan Bank Negara Indonesia Rencana Buyback Saham BBNI Rp1,5 Triliun ! Apakah Terkait Fundamental Perusahaan ? (Kalimantansatu.com/Dok. BNI)

KALIMANTANSATU.COM - PT Bank Negara Indonesia Tbk merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham Perseroan atau buyback saham BBNI yang telah dikeluarkan dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sekaligus, rencana pengalihan saham hasil buyback sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka (POJK 29/2023).

Nilai transaksi buyback oleh Perseroan diperkirakan sebesar-besarnya Rp1.500.000.000.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah) termasuk biaya transaksi Buyback (meliputi biaya transaksi, biaya penyimpanan, dan commitment fee) sekitar 0,32% (nol koma tiga dua persen) dari nilai eksekusi Buyback.

Perkiraan buyback saham BBNI berlangsung pada periode 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027

"Rapat Umum Pemegang Saham untuk menyetujui rencana buyback sebagaimana dimuat dalam Keterbukaan Informasi ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2026 yang akan diselenggarakan secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI (electronic general meeting system KSEI) yang selanjutnya disebut (RUPST)," ungkap Manajemen BBNI dalam Keterbukaan Informasi BEI pada 29 Januari 2026.

Baca Juga: IHSG Bergejolak Setelah Pengumuman Rebalancing MSCI 2026 ! Menko Airlangga Hartarto Beberkan Langkah Demutualisasi BEI, Satu Diantaranya Free Float

Transaksi pembelian saham dilakukan melalui 1 (satu) Anggota BEI, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lambat 12 (dua belas) bulan sejak RUPST.

Buyback dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi bursa, kondisi likuiditas, harga saham atau permodalan Perseroan, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Dengan asumsi Perseroan menggunakan arus kas bebas (free cash flow) untuk Buyback sebesar Rp1.500.000.000.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah), maka aset dan ekuitas akan menurun sebesar Rp1.500.000.000.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah). Berkenaan dengan transaksi tersebut, maka dampak terhadap biaya operasional Perseroan tidak material, sehingga Laba Rugi diperkirakan masih sejalan dengan target Perseroan," jelas Direksi BBNI.

"Atas hal-hal tersebut, maka Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan Buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan, mengingat Perseroan memiliki modal dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan," tegasnya masih dikutip Kalimantansatu.com dari Keterbukaan Informasi BEI.

Baca Juga: BI dan Pemerintah Indonesia Sepakat Perkuat Sinergitas Kendalikan Indeks Harga Konsumen Tetap Dalam Kisaran Sasaran 2,5±1% pada 2026

Apa Alasan Buyback Saham BBNI ?

Saham perbankan Indonesia mengalami tekanan sepanjang tahun 2025 terutama dipengaruhi oleh ketidakpastian global akibat risiko geopolitik dan ancaman perang tarif, sementara di dalam negeri perbankan nasional menghadapi tantangan likuiditas dan perlambatan loan demand.

Hal ini menyebabkan saham perbankan Indonesia mengalami tekanan lebih dalam dibandingkan dengan bank-bank di kawasan regional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X