Per 31 Desember 2025, harga saham BNI hanya naik 0,5% (nol koma lima persen) YoY (year-on- year).
Meskipun lebih baik dari local peers, namun saham BNI masih tertinggal jika dibandingkan dengan bank-bank regional peers.
Walau pasar saham domestik mulai rebound di akhir tahun 2025 seiring kembalinya optimisme investor asing yang mulai masuk kembali, namun arus dana asing masuk belum sepenuhnya pulih.
Investor masih berhati-hati dalam mengantisipasi dampak ketidakpastian global yang kembali meningkat di awal tahun 2026, terutama dipengaruhi sentimen, seperti tensi geopolitik dan ancaman tarif Amerika Serikat (AS).
Ketidakstabilan geopolitik ini mendorong perlemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS hingga menyentuh nilai bahkan lebih rendah daripada masa krisis moneter tahun 1998 senilai Rp16.985 (enam belas ribu sembilan ratus delapan puluh lima Rupiah) per Dollar AS.
Di tengah ketidakpastian akibat sentimen global, forecast kinerja BNI masih tumbuh positif dengan kinerja fundamental yang resilient, dimana permodalan BNI masih kuat, kualitas aset terjaga, pertumbuhan kredit yang imbang di semua segmen, dan pertumbuhan dana murah yang solid didukung oleh transformasi digital dan jaringan.
Namun demikian, eskalasi konflik geopolitik dan perang tarif perdagangan yang masih berlanjut berpotensi menciptakan tekanan inflasi dari nilai tukar dan berpotensi menekan IHSG, tanpa terkecuali saham perbankan nasional.
"Buyback dimaksudkan untuk membantu mengurangi tekanan jual di pasar saat indeks harga saham sedang berfluktuasi, sekaligus memberi indikasi kepada investor bahwa perusahaan memandang harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental perusahaan," jelas Manajemen BBNI.
(*)
Artikel Terkait
Siapa Dirut BEI Baru Pengganti Iman Rachman ? OJK Akan Menunjuk Pelaksana Tugas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia
Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 21 Juta SID ! IHSG Sepekan Ditutup Bervariasi Selama Periode 23-30 Januari 2026
Diskusi ISI : Bedah Konsep Strategis Amerika Serikat di Era Trump dan Dampaknya terhadap Keamanan Indo-Pasifik, Uji Peran Indonesia
Apa itu Quasimodo Pattern Dalam Analisa Teknikal Saham ? Wajib Tahu ! Ketahui Jenis, Cara Membaca, Kelebihan dan Kekurangannya
Apa itu Belt Hold Saham Trading ? Ada 2 Jenis Sob, Ketahui Contoh Cara Menggunakan dan Memanfaatkannya saat Investasi
IHSG Bergejolak Setelah Pengumuman Rebalancing MSCI 2026 ! Menko Airlangga Hartarto Beberkan Langkah Demutualisasi BEI, Satu Diantaranya Free Float
BI dan Pemerintah Indonesia Sepakat Perkuat Sinergitas Kendalikan Indeks Harga Konsumen Tetap Dalam Kisaran Sasaran 2,5±1% pada 2026
Bank Indonesia Bongkar Strategi Pengelolaan Cadangan Devisa di Tengah Ketidakpastian Global dan Volatalitas Pasar Keuangan, Ada Peluang Pertumbuhan ?
Apa itu Indikator ADX Saham ? Salah Satu Teknik Unggulan Trading ! Terkadang Average Directional Index Digunakan Trader untuk Mendeteksi Kekuatan Tren
2 Cara Menggunakan Indikator ADX Saham untuk Trading ! Bisa Sebagai Validator Sinyal Jual/Beli dan Detektor Situasi Trending/Sideways