perbankan

Terungkap Alasan Bank Negara Indonesia Rencana Buyback Saham BBNI Rp1,5 Triliun ! Apakah Terkait Fundamental Perusahaan ?

Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:56 WIB
Terungkap Alasan Bank Negara Indonesia Rencana Buyback Saham BBNI Rp1,5 Triliun ! Apakah Terkait Fundamental Perusahaan ? (Kalimantansatu.com/Dok. BNI)

Per 31 Desember 2025, harga saham BNI hanya naik 0,5% (nol koma lima persen) YoY (year-on- year).

Meskipun lebih baik dari local peers, namun saham BNI masih tertinggal jika dibandingkan dengan bank-bank regional peers.

Walau pasar saham domestik mulai rebound di akhir tahun 2025 seiring kembalinya optimisme investor asing yang mulai masuk kembali, namun arus dana asing masuk belum sepenuhnya pulih.

Investor masih berhati-hati dalam mengantisipasi dampak ketidakpastian global yang kembali meningkat di awal tahun 2026, terutama dipengaruhi sentimen, seperti tensi geopolitik dan ancaman tarif Amerika Serikat (AS).

Ketidakstabilan geopolitik ini mendorong perlemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS hingga menyentuh nilai bahkan lebih rendah daripada masa krisis moneter tahun 1998 senilai Rp16.985 (enam belas ribu sembilan ratus delapan puluh lima Rupiah) per Dollar AS.

Di tengah ketidakpastian akibat sentimen global, forecast kinerja BNI masih tumbuh positif dengan kinerja fundamental yang resilient, dimana permodalan BNI masih kuat, kualitas aset terjaga, pertumbuhan kredit yang imbang di semua segmen, dan pertumbuhan dana murah yang solid didukung oleh transformasi digital dan jaringan.

Namun demikian, eskalasi konflik geopolitik dan perang tarif perdagangan yang masih berlanjut berpotensi menciptakan tekanan inflasi dari nilai tukar dan berpotensi menekan IHSG, tanpa terkecuali saham perbankan nasional.

"Buyback dimaksudkan untuk membantu mengurangi tekanan jual di pasar saat indeks harga saham sedang berfluktuasi, sekaligus memberi indikasi kepada investor bahwa perusahaan memandang harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental perusahaan," jelas Manajemen BBNI.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini