KALIMANTANSATU.COM - Pada tanggal 17 September 2025, Poh Group Pte Ltd (POH) menjadi pengendali baru saham PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE).
Perusahaan holding asal Singapura itu telah melakukan pengambilalihan atas Perseroan dengan melakukan pembelian sebanyak 413.345.631 (setara 413,3 juta) lembar Saham NINE.
Sehingga, total saham yang dimiliki oleh POH adalah sebanyak 773.352.631 (setara 773,3 juta) lembar Saham, yang merupakan 35,85% kepemilikan atas Perseroan dari Heddy Kandou selaku Pengendali lama dan Noprian Fadli.
Sesuai dengan POJK 9/2018, setelah pelaksanaan Pengambilalihan tersebut, Pengendali Baru wajib melakukan Penawaran Tender Wajib.
Dikutip Kalimantansatu.com dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (18/12/2025), Penawaran Tender Wajib akan dilakukan oleh Pengendali Baru melalui PT Poh Investment Indonesia sebagai Pihak Yang Ditunjuk terhadap Pemegang Saham Yang Berhak dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1.288.451.545 (setara 1,29 Miliar) lembar Saham dengan nilai nominal Rp10 setiap saham Perseroan, atau sebanyak-banyaknya sekitar 59,73% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan, pada Harga Penawaran Tender Wajib sebesar Rp131 per lembar saham.
Sehingga total harga pembelian apabila seluruh Saham Publik dalam Penawaran Tender Wajib dibeli oleh Pengendali Baru adalah sebanyak-banyaknya Rp168.787.152.395 (setara Rp168,8 Milyar).
Sementara itu, Heddy Kandou dan Noprian Fadli adalah pemegang saham yang telah melakukan transaksi Pengambilalihan dengan Pengendali Baru dan karenanya merupakan pihak yang dikecualikan untuk dibeli sahamnya dalam Penawaran Tender Wajib ini sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b angka 1 POJK 9/2018.
PT Poh Investments Indonesia sebagai pihak yang ditunjuk oleh Pengendali Baru dan selaku Pihak Yang Menawarkan menyatakan memiliki dana yang cukup untuk melakukan penyelesaian dan pembayaran sehubungan dengan Penawaran Tender Wajib ini.
Ke depan Pengendali Baru berencana untuk melanjutkan bisnis yang saat ini dijalankan oleh Perseroan serta melakukan pembaruan dan memperluas cakupan usaha IT yang sudah ada, dan melaksanakan rencana aksi korporasi Perseroan berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), sebagaimana telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan dan dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Techno9 Indonesia Tbk Nomor 101 tanggal 30 April 2025.
(*)
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : RAFI Dicecar BEI Terkait Gugatan Pailit di Pengadilan Niaga Jakpus, Begini Penjelasan Manajemen Sari Kreasi Boga
Kapan Suspensi Saham PPRO Lepas dari Papan FCA BEI ? Dirut PP Properti Dyah Rahadyannie Sampaikan Upaya Manajemen
Lagi Negoisasi ! Asri Karya Lestari Bakal Punya Pengendali Baru, Siapa Calon Pembeli Saham ASLI ?
Kabar Saham Hari Ini : Multi Garam Utama Rencanakan PMTHMETD Sebanyak 395 Ribu Lembar Saham, Bakal Digunakan Manajemen FOLK untuk Apa ?
Saham RLCO IPO di BEI, Ada Pembatasan bagi Pengendali ! Investor Harus Tahu Informasi Ini
Langsung Masuk Daftar Top Gainer, Saham RLCO Sentuh ARA Melonjak 34,52 Persen Setelah Resmi IPO di BEI
Kini, Arsari Nusa Investama Jadi Pemegang Saham Indokripto Koin Semesta (COIN) ! Apa Alasan Entitas Usaha Ansari Group Milik Hashim Djojohadikusumo ?
Wahai Investor, Cek Periode Jadwal Buyback Saham GEMA ! Direksi Gema Grahasarana Siapkan Dana Segini untuk Pembelian Kembali
Harga Saham IKAI di Bawah Rp50 dan Masuk Pemantauan BEI, Apa Penyebabnya ? Manajemen Intikeramik Alamasri Industri Ungkap Upaya agar Kembali Normal
Capai All Time High, Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.028,18 Triliun ! Apa Dukungan OJK agar Terus Moncer ?
Tangkap Kisah Pelayanan Indonesia: IFG Gelar Kompetisi Foto Jurnalistik Bertajuk Journalist’s Photo Journey 2026
Anggap Konsisten, INSTAR Beri Pengakuan atas Praktik Keberlanjutan Indonesia Financial Group (IFG)
Geliat IFG Dukung Ketahanan Masyarakat : Asuransi, Pilar Proteksi di Tengah Cuaca Ekstrem
IPO Saham SUPA Langsung Naik 24,41% saat Listing di BEI ! Super Bank Indonesia Himpun Dana Rp2,79 Triliun Buat Apa ?
Berakhir Damai, Permohonan Pailit RAFI Dicabut ! Begini Penjelasan Manajemen Sari Kreasi Boga dan Langkah yang Akan Ditempuh Selanjutnya
Sah ! Siloam Hospitals Kebun Jeruk Menjadi Pusat Bedah Robotik dan Minimal Invasif Pertama di Indonesia, Menuju Pengembangan Teknologi Medis di ASEAN
Kini, Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) Memasuki Fase Pemulihan Menyeluruh: Momentum Kinerja Kuat di 2025 Jadi Dasar Pertumbuhan Berkelanjutan 2026
Kabar Duka, Komisaris BSDE Yoseph Franciscus Bonang Meninggal Dunia, Manajemen Bumi Serpong Damai Sampaikan Hal Ini
Targetkan Swasembada Pangan Papua Dalam Waktu Maksimal 3 Tahun, Begini Rencana Presiden Prabowo Subianto dan Mentan Amran Sulaiman