Tahun 2025, Kinerja Pasar Modal Indonesia Ditutup Solid ! Jumlah Investor Meningkat, IHSG Tren Positif

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Jumat, 2 Januari 2026 | 07:25 WIB
Ilustrasi IHSG tren positif sepanjang tahun 2025 (Kalimantansatu.com via Gemini AI)
Ilustrasi IHSG tren positif sepanjang tahun 2025 (Kalimantansatu.com via Gemini AI)

Baca Juga: Akhir Tahun 2025, Perekonomian Nasional RI Tetap Resilien di Tengah Dinamika Tantangan Global, Inflasi Terkendali dan Surplus Perdagangan Positif

Dari sisi partisipasi investor, rata-rata investor yang aktif bertransaksi per 29 Desember 2025 mencapai lebih dari 901 ribu per bulan.

Selain itu, jika dilihat dari tipe investor, porsi transaksi investor ritel masih mendominasi sebesar 49,9%.

Dari segi transaksi investor institusi asing dengan porsi transaksi mencapai lebih dari 36,3% dari total rata-rata nilai transaksi harian hingga November 2025.

Pertumbuhan jumlah investor tersebut didukung oleh program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif.

BEI melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi BEI selama periode Januari hingga Desember 2025 telah menyelenggarakan 29.474 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi, secara langsung (offline) dan webinar yang diikuti oleh 2.820.702 peserta.

Selain itu, terdapat 17.575 kegiatan edukasi pasar modal yang dilaksanakan secara virtual melalui media sosial dengan jangkauan audience sebanyak 24.092.031 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, BEI juga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui penyelenggaraan kegiatan edukasi secara daring untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat di berbagai daerah.  

Baca Juga: Apa itu Buy Now Pay Later Sektor Jasa Keuangan ? Ternyata Ini Tujuan OJK Berlakukan Beli Sekarang Bayar Nanti

Dari sisi penawaran efek (supply), BEI telah berhasil meraih sejumlah pencatatan efek baru yaitu 26 saham baru dengan total fund-raised IPO saham mencapai Rp18,1 triliun dan 6 di antaranya merupakan Lighthouse Initial Public Offering (IPO).

Dengan demikian, total perusahaan tercatat saham sampai dengan saat ini telah mencapai 956 perusahaan.

Adapun raihan pencatatan efek baru lainnya meliputi 181 emisi obligasi dan sukuk, 3 Exchange-Traded Fund (ETF), 1 Efek Beragun Aset (EBA), serta 647 waran terstrukur pada tahun 2025 ini.

Jumlah perusahaan tercatat saham di tahun 2025 menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun dari sisi jumlah penghimpunan dana dari saham mengalami peningkatan sebesar 26,6%.

Berdasarkan data dari EY Global IPO Trends Q3 2025, jumlah pencatatan saham baru di BEI menempati peringkat ke-11 di dunia dari sisi jumlah IPO.

Baca Juga: Bagaimana Konsep Operasional Bank Syariah di Indonesia ? Ini Penjelasan Lengkapnya Mulai dari Penghimpunan Dana Hingga Penyaluran Dana Pembiayaan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X