Laba Bersih Bank BJB Syariah Merosot 60 Persen pada Kuartal I 2024

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 18 Mei 2024 | 18:36 WIB
Layanan Bank BJB Syariah (Kalimantansatu.com/IG @bankbjbsyariah)
Layanan Bank BJB Syariah (Kalimantansatu.com/IG @bankbjbsyariah)

KALIMANTANSATU.COM, BANDUNG - Laba bersih PT Bank Jabar Banten Syariah (Bank BJB Syariah) merosot sekitar 60 persen pada kuartal I 2024.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di situs resmi perusahaan pada Jumat 17 Mei 2024, laba bersih tercatat sebesar Rp6,4 miliar, turun signifikan dari Rp15,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan setelah distribusi bagi hasil Bank BJB Syariah meningkat 9,42% year-on-year (yoy) menjadi Rp144,33 miliar, dibandingkan dengan Rp131,91 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun, pendapatan non-bunga atau fee based income mengalami penurunan 26,22% yoy menjadi Rp14 miliar dari sebelumnya Rp18,92 miliar.

Baca Juga: Mencoreng Reputasi Bank ! 2 Pelaku Kasus Kredit Fiktif Bank BJB Pandeglang Ditangkap. Kerugian Capai Rp13 Miliar, Pimpinan Cabang BJB belum Diperiksa?

Pendapatan lainnya juga mengalami penurunan signifikan hingga 98,82% yoy menjadi Rp52 juta pada Maret 2024, dari sebelumnya Rp4,42 miliar pada Maret 2023.

Kerugian penurunan nilai aset keuangan atau impairment meningkat 2,48% yoy menjadi Rp17,42 miliar.

Beberapa pos beban mengalami kenaikan, seperti beban tenaga kerja yang naik 14,68% yoy menjadi Rp65,85 miliar dari sebelumnya Rp57,42 miliar.

Beban promosi membengkak 80,17% yoy menjadi Rp5,81 miliar, sementara beban lainnya naik 14,89% yoy menjadi Rp65,69 miliar.

Beban operasional lainnya bersih juga meningkat 22,11% menjadi Rp136,04 miliar dari sebelumnya Rp111,4 miliar.

Akibat kenaikan beban operasional dan penurunan pendapatan non-bunga, laba operasional tertekan 59,57% menjadi Rp8,29 miliar pada kuartal I 2024 dibandingkan dengan Rp20,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kodim 1022/TNB Terima Hibah CSR 1 Ambulans dari BRI Kancab Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu

Penurunan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh Bank BJB Syariah dalam menjaga profitabilitas di tengah berbagai tekanan ekonomi.

Dari sisi intermediasi, Bank BJB Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp8,8 triliun, meningkat 13,27% yoy dari Rp7,77 triliun pada tahun sebelumnya.

Seiring dengan naiknya pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross turun 21 basis poin (bps) ke level 4,14% dari 4,35%. NPF net juga turun 66 bps ke level 2,17% dari 2,83%.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: laporan keuangan BJB Syariah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X