Jamil, kembali menegaskan bahwa kritik Menkeu Purbaya sebagai pengingat untuk perbankan syariah agar dapat berbenah diri untuk menjadi lebih baik kedepannya.
"Saya saat ini memandangnya lebih kearah reminder untuk kita terus mengkaji supaya hari esok lebih baik." ujarnya.
Kendati demikian, Jamil kembali menekankan keutamaan keadilan yang diterapkan dalam perbankan atau keuangan syariah, bukan soal "yang penting murah".
Menurutnya, keuangan syariah akan sangat berhati-hati dalam mengambil langkah untuk menurunkan biaya layanan yang dianggap mahal oleh berbagai pihak.
"Cara [Perbankan Syariah] memurahkannya harus hati-hati karna jangan sampai yang penting murah, yang penting murah yang jadi korban adalah para deposan, para penabung yang juga rakyat biasa, contohnya para pensiunan yang berharap bisa hidup tenang dari bagi hasil deposito jadi makin turun teruskan" imbuhnya.
Ia juga menyerukan agar semua pihak untuk sepakat mengutamakan keadilan, bukannya mengutamakan mahal murah. Jamil berpandangan bahwa semua pihak harus fair dalam membandingkan sebuah persoalan, terutama tentang syariah dan konvensional.
"Mahal-murah itu komparasinya harus tepat, misalnya ibarat mobil pada saat membandingkan Toyota sama Mitsubishi jangan bandingin Avanza sama Pajero itu nggak fair dong, kalo bandingin Pajero sama Fortuner gitu ya, ini juga saat menyatakan barang mahal atau murah komparasinya tepat atau tidak." jelasnya.
Baca Juga: Era Baru Perdagangan Dunia, Fakhrul Fulvian Nilai Indonesia Punya Modal Kuat Hadapi Dinamika Global
Ia menilai, dalam hal ini ada unsur efisiensi karena ukuran, merujuk pada urutan Bank Syariah terbesar di Indonesia yang berada pada urutan ke 6, sementara 5 besar lainnya adalah Bank Konvensional.
"Nggak fair membandingkan urutan nomor sekian dengan nomor satunya, jadi membandingkan dengan setara" pungkas Jamil Abbas saat dihubungi media.
(*)
Artikel Terkait
Satgas PKH Diminta Turun Tangan ! Kelompok Pegiat Anti Korupsi Endus Aroma Pelanggaran Hukum Pada Proses Lahan Kompensasi PT BSI
Mahasiswa Indonesia Bersyukur Jalani Student Exchange di UEA, Buah Diplomasi Prabowo Saat Menjadi Menhan
Era Baru Perdagangan Dunia, Fakhrul Fulvian Nilai Indonesia Punya Modal Kuat Hadapi Dinamika Global
Dapur MBG di Sukoharjo Beri Ruang dan Harapan bagi Pekerja Penyandang Disabilitas, Latifah Kurniawati : Senang Banget
Dua Tahun Jadi Ibu Tunggal, Kini Anissa Bertahan dan Bangkit Bersama MBG
Begini Pandangan Dunia Usaha Soal Perjanjian Indonesia-Amerika Serikat ! Kopi hingga Minyak Goreng dari Indonesia Bisa Makin Mendunia
Kembangkan Ekosistem Ekraf Bogor, REKA Bogor dan Wali Kota Komitmen Perkuat Langkah Menuju Kota Kreatif UNESCO Melalui Audiensi Bersama Dedie A Rachim
Begini Cara Gen Z Menanti Buka Puasa di Imlek Festival 2577, Memahami Keberagaman Lewat Museum Akulturasi
Diburu Pencari Takjil Buka Puasa Ramadan 2026, Imlek Festival 2577 Jadi Berkah bagi UMKM
Melipir Seusai Ngantor, Tiga Sahabat Ini Terpukau Sajian Keberagaman Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng Jakarta