Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo mengatakan, outstanding kredit komersial tercatat mencapai Rp343 triliun per Juni 2026 atau meningkat 15,1 persen YoY.
"Kami terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional, termasuk perkebunan, hilirisasi, transportasi dan logistik, energi, serta berbagai sektor produktif lainnya. Dengan pendekatan tersebut, kami berharap pertumbuhan kredit tidak hanya mendorong ekspansi usaha nasabah, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi nasional secara lebih merata," ujar Totok.
Pertumbuhan kredit, lanjut Totok, termasuk pada segmen UMKM dan komersial, merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat fungsi intermediasi dan mendukung aktivitas usaha nasabah.
Komitmen ini turut diwujudkan melalui pemberian suku bunga kredit yang relatif ringan dan kompetitif.
Hal tersebut tercermin dari NIM Bank Mandiri yang tercatat sebesar 4,37% per Juni 2026, dibandingkan 4,63% pada Juni 2025.
Kinerja intermediasi yang tumbuh sehat tersebut turut memperkuat fundamental keuangan Bank Mandiri, sehingga mendorong profitabilitas yang tetap terjaga di tengah ekspansi bisnis yang berkelanjutan.
Totok menyampaikan bahwa dukungan Bank Mandiri terhadap perekonomian nasional turut tercermin dalam kinerja perseroan sepanjang semester I 2026, bank pelat merah ini mencatatkan pendapatan yang tumbuh 10,3% YoY dengan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun atau tumbuh 24,4 persen YoY.
Totok menjelaskan, pertumbuhan laba ini merupakan hasil nyata dari ekspansi kredit yang tumbuh sehat dan terarah, bukan pertumbuhan sesaat.
"Pencapaian laba ini adalah hasil dari kualitas ekspansi kredit yang kami jaga, dengan penyaluran yang difokuskan ke sektor produktif dan padat karya, sehingga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia," terang Totok.
Penguatan Kapabilitas Digital Mendorong Produktivitas Operasional
Sementara itu, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyampaikan bahwa kinerja perseroan turut didukung oleh produktivitas yang semakin baik dan efisiensi operasional tercermin dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) bank only yang terjaga di level 57,6 persen, membaik 6,2 pts secara year-on-year (YoY).
Capaian ini menunjukkan disiplin pengelolaan biaya dengan tetap mempertahankan kualitas layanan melalui pengembangan kapabilitas digital Bank Mandiri.
Novita menambahkan, peningkatan produktivitas operasional tidak terlepas dari penguatan kapabilitas digital Bank Mandiri yang terus dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman layanan yang Cepat, Mudah, Aman, dan Nyaman, sejalan dengan semangat "Nyaman Bersama Mandiri".
Hal ini tercermin dari semakin luasnya pemanfaatan platform digital perseroan oleh nasabah individu maupun pelaku usaha.
Artikel Terkait
Ada Dugaan Korupsi Kompensasi Lahan Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi, Akademisi Hukum Desak Kejagung Turun Tangan!
Tindak Tegas Oknum Sopir Tangki yang Ganggu Distribusi, Pertamina Pastikan Suplai BBM di Sumut Berjalan Normal
Bahagia Jurnalis Koran Gala di Bandung, Kini Kamar Lebih Nyaman dan Sehat Berkat Program Ganti Atap Rumah Wartawan Kolaborasi Promedia Group-PT SKI
Masuk Akal Tidak ? Test Drive BYD M6 DM: 152 Kilometer, Bensin Terpakai Hanya 2,19 Liter
Komisi VI DPR RI Mediasi Sekar Telkom: Streamlining Tanpa PHK dan Beri Kepastian Status Pekerja
Reses ke Tambang Emas PT BSI, Komisi IV DPR Evaluasi Dampak Kesejahteraan Warga Banyuwangi ! Titiek Soeharto: Padahal Sudah Produksi 10 Tahun
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Promedia dan PT SKI Masuk Ciamis, Sentuh Jurnalis Portaloka.id ! Arman Cerita Manfaat Atap Alduro Dibandingkan Asbes
Sepekan Pasar Saham Indonesia Positif pada 20–24 Juli 2026: IHSG Cerah, Volume Transaksi BEI Melonjak 66,88%
Volume Grinding Kakao Indonesia Q2 2026 Melonjak 30,1%, Dominasi 49% Pasar Asia !
Menilik Kinerja Semester 1 BTPN Syariah Tahun 2026: Konsisten Perbaiki Kualitas, Pembiayaan Tumbuh 9%