Kinerja Kuartal II 2026 BMRI: Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp30,4 Triliun Ditopang Penyaluran Kredit dan Sinergi Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:59 WIB
Kinerja Kuartal II 2026 BMRI: Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp30,4 Triliun Ditopang Penyaluran Kredit dan Sinergi Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri (Tim Produksi Kalimantansatu.com)
Kinerja Kuartal II 2026 BMRI: Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp30,4 Triliun Ditopang Penyaluran Kredit dan Sinergi Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

Di segmen ritel, Livin' by Mandiri terus memperkuat perannya sebagai platform finansial digital untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi nasabah.

Hingga Juni 2026, Livin' by Mandiri telah digunakan oleh sekitar 41 juta pengguna terdaftar, tumbuh 24,3 persen YoY, dengan rata-rata akuisisi sekitar 27 ribu pengguna baru setiap harinya.

Peningkatan adopsi tersebut didukung oleh pengembangan berbagai fitur dan layanan, seperti KSM Emas, KA Deposito, Next-G, hingga Livin' Call yang menghadirkan layanan call center bebas pulsa selama 24 jam.

Sementara itu, pada segmen bisnis, Kopra by Mandiri terus memperluas perannya dalam mendukung kebutuhan transaksi dan operasional pelaku usaha secara end-to-end.

Hingga Juni 2026, Kopra by Mandiri telah melayani sekitar 354 ribu pengguna terdaftar, tumbuh 26,8 persen YoY, dengan sekitar 84 persen merupakan pelaku UMKM.

Penguatan kapabilitas platform ini dilakukan melalui berbagai inovasi, antara lain fitur DHE Tracker, e-Documents Trade & Bank Garansi, serta solusi digital terintegrasi lainnya untuk mendukung aktivitas bisnis nasabah.

Perkembangan tersebut mencerminkan semakin kuatnya pemanfaatan platform digital Bank Mandiri dalam mendukung aktivitas transaksi nasabah sekaligus memperkuat ekosistem bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi.

"Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri merupakan sarana untuk menjangkau nasabah secara efektif dan efisien, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif," ujar Novita.

Kualitas Aset Terjaga melalui Penerapan Manajemen Risiko yang Prudent

Seluruh ekspansi bisnis tersebut diimbangi dengan pengelolaan kualitas aset yang disiplin.

Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross bank only terjaga di level 0,98 persen atau membaik 10 bps YoY.

Sejalan dengan itu, Cost of Credit (CoC) juga menurun menjadi 0,52 persen per Juni 2026 atau membaik 1 bps YoY, mencerminkan kualitas penyaluran kredit yang tetap terjaga di tengah pertumbuhan bisnis.

Ketahanan tersebut semakin diperkuat oleh pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage Ratio bank only sebesar 242 persen, sehingga memberikan ruang yang kuat bagi perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan sekaligus menjaga resiliensi terhadap dinamika pasar ke depan.

Sedangkan Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro mengungkapkan, guna memastikan setiap ekspansi yang dilakukan telah mengantisipasi dinamika pasar, pihaknya juga disiplin menerapkan manajemen risiko yang ketat sebagai bentuk prudential banking atau prinsip kehati-hatian perbankan.

"Kami memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga. Prinsip kehati-hatian inilah yang menjaga akselerasi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," ungkap Danis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X