Sementara itu, DI TII Jawa Barat melebarkan pengaruhnya ke Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Aceh.
Pada tahun 1958 Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta) melakukan pemberontakan di sebagian besar Sumatera dan Sulawesi Utara yang membahayakan integritas nasional.
Semua pemberontakan itu dapat ditumpas oleh TNI bersama kekuatan komponen bangsa lainnya.
Upaya menyatukan organisasi angkatan perang dan Kepolisian Negara menjadi organisasi Angkatan Bersenjata Republika Indonesia (ABRI) pada tahun 1962 merupakan bagian yang penting dari sejarah TNI pada dekade tahun enam puluhan.
Menyatunya kekuatan Angkatan Bersenjata di bawah satu komando, diharapkan dapat mencapai efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya, serta tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan kelompok politik tertentu.
Baca Juga: 5 Isi Sumpah Prajurit TNI yang Wajib Dipatuhi dan Dipahami oleh Seluruh Anggota TNI
Hadapi Tantangan PKI
Namun hal tersebut menghadapi berbagai tantangan, terutama dari Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai bagian dari komunisme internasional yang senantiasa gigih berupaya menanamkan pengaruhnya ke dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia termasuk ke dalam tubuh ABRI melalui penyusupan dan pembinaan khusus, serta memanfaatkan pengaruh Presiden/Panglima Tertinggi ABRI untuk kepentingan politiknya.
Upaya PKI makin gencar dan memuncak melalui kudeta terhadap pemerintah yang sah oleh G30S/PKI, mengakibatkan bangsa Indonesia saat itu dalam situasi yang sangat kritis.
Dalam kondisi tersebut TNI berhasil mengatasi situasi kritis menggagalkan kudeta serta menumpas kekuatan pendukungnya bersama-sama dengan kekuatan-kekuatan masyarakat bahkan seluruh rakyat Indonesia.
Dalam situasi yang serba chaos itu, ABRI melaksanakan tugasnya sebagai kekuatan hankam dan sebagai kekuatan sospol.
Sebagai alat kekuatan hankam, ABRI menumpas pemberontak PKI dan sisa-sisanya. Sebagai kekuatan sospol ABRI mendorong terciptanya tatanan politik baru untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekwen.
Sementara itu, ABRI tetap melakukan pembenahan diri dengan cara memantapkan integrasi internal. Langkah pertama adalah mengintegrasikan doktrin yang akhirnya melahirkan doktrin ABRI Catur Dharma Eka Karma (Cadek).
Doktrin ini berimplikasi kepada reorganisasi ABRI serta pendidikan dan latihan gabungan antara Angkatan dan Polri.
Di sisi lain, ABRI juga melakukan integrasi eksternal dalam bentuk kemanunggalan ABRI dengan rakyat yang diaplikasikan melalui program ABRI Masuk Desa (AMD).
Artikel Terkait
Daftar Mutasi TNI Terbaru November 2023 ! Panglima TNI Mutasi Perwira Tinggi TNI AD, TNI AU dan TNI AL. Salah Satunya Ada Brigjen TNI Suhardi
Apa itu POM TNI atau Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia ? Sahabat, Yuk Ketahui Tugas POM TNI yang Ada di Matra TNI AD, TNI AU dan TNI AL
Profil Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Lulusan Akmil 1991. Sempat Menjadi KSAD yang Mengemban Masa Jabatan Paling Singkat Sepanjang Sejarah
5 Isi Sumpah Prajurit TNI yang Wajib Dipatuhi dan Dipahami oleh Seluruh Anggota TNI
7 Isi Sapta Marga TNI yang Menjadi Pedoman Hidup Sekaligus Hakikat Jati Diri Prajurit TNI
8 Wajib TNI yang Harus Dipahami oleh Seluruh Anggota TNI AD, TNI AL dan TNI AU
Profil Mayjen TNI Djaka Budi Utama Asintel Panglima TNI ! Pernah Menjadi Kasdam XII Tanjungpura, Cek Riwayat Jabatan dan Pendidikan Militer