Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Oktober 2025 meningkat menjadi sebesar 26,38% sehingga semakin mampu untuk menyerap risiko.
"Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah sebesar 2,25% (bruto) dan 0,90% (neto) pada Oktober 2025, namun NPL (bruto) UMKM masih tinggi, yaitu sebesar 4,50% pada November 2025," terangnya.
Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat, ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.
"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi global dan domestik yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan," pungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
Bank Indonesia Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perlu Ditingkatkan agar Sesuai Kapasitas Perekonomian, Perry Warjiyo Beberkan Strateginya
Perekonomian Dunia Masih Tren Melambat, Bank Indonesia Catat Ada Berbagai Indikatornya. Apakah Terkait Tarif Resiprokal AS ?
Bank Indonesia Nilai Pertumbuhan Kredit Perbankan Belum Kuat, Perry Warjiyo Beberkan Hal-hal yang Mempengaruhi
Bank Indonesia Nilai Kinerja Transaksi Ekonomi dan Keuangan Digital pada Agustus 2025 Berlangsung Baik, Bagaimana dengan Stabilitas Sistem Pembayaran?
Bank Indonesia Anggap Ekonomi dan Keuangan Syariah Punya Potensi Besar untuk Menjadi Jangkar Stabilitas Perekonomian Dunia
Bank Indonesia Tegaskan Generasi Muda Adalah Motor Utama Transformasi Ekonomi Syariah, Minta Lakukan Hal Ini
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Turun di Triwulan III 2025, Intip Pemaparan Bank Indonesia
IPO Saham SUPA Langsung Naik 24,41% saat Listing di BEI ! Super Bank Indonesia Himpun Dana Rp2,79 Triliun Buat Apa ?
Saham SUPA Sudah Listing di BEI, Segini Modal Inti Super Bank Indonesia yang Semakin Jumbo Setelah IPO
Hasil RDG, Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75% ! Berapa Suku Bunga Deposit Facility dan Lending Facility ?