KALIMANTANSATU.COM - Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi menilai kinerja Bank Syariah Indonesia (BSI) sepanjang 2025 layak diapresiasi.
Namun, ia mengingatkan agar rencana ekspansi internasional pada 2026 dijalankan secara disiplin, hati-hati, dan terukur.
Menurutnya, momentum pertumbuhan yang kuat perlu diimbangi dengan pengendalian biaya.
"Selain itu juga diimbangi dengan penguatan manajemen risiko, serta penerapan strategi asset-light agar profitabilitas tetap terjaga," katanya seperti dikutip Kalimantansatu.com dari media jaringan Promedia, Terpantau.com, Rabu (18/2/2026).
Ia mencatat laba bersih Rp7,57 triliun yang tumbuh 8,02 persen secara tahunan, total aset Rp416 triliun, pembiayaan Rp300,85 triliun, serta rasio NPF gross yang stabil di bawah dua persen menunjukkan fondasi BSI kian kokoh.
Pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 15,66 persen dan peningkatan transaksi digital hingga Rp763 triliun juga menjadi indikasi bahwa transformasi digital mulai memberikan dampak signifikan.
Meski demikian, Noviardi menekankan bahwa ekspansi ke luar negeri sebaiknya diawali dengan pendekatan berbasis kemitraan dan kanal digital, terutama untuk menyasar segmen haji–umrah serta diaspora Indonesia.
“Jika terlalu agresif membuka jaringan fisik tanpa uji pasar dan kolaborasi komunitas, beban regulasi dapat menekan margin. BSI sebaiknya memperkuat basis nasabah terlebih dahulu sebelum memperbesar skala,” ujarnya.
Di dalam negeri, target penambahan dua juta nasabah baru dinilai realistis, asalkan dibarengi dengan penguatan manajemen risiko pada pembiayaan ritel dan UMKM.
Noviardi juga mendorong optimalisasi teknologi analitik dan kecerdasan buatan untuk menjaga kualitas portofolio agar pertumbuhan pembiayaan tetap sejalan dengan kesehatan aset.
Ia turut menyoroti pentingnya diversifikasi bisnis halal—termasuk layanan kustodian—yang potensinya besar, namun perlu diiringi dengan indikator dampak yang lebih inklusif, khususnya bagi ekonomi pedesaan.
Artikel Terkait
[KOLOM OPINI] Paradoks Regulasi 2026 : Ancaman Serius bagi Legalitas BUJK (Badan Usaha Jasa Kontruksi) dan Serapan APBD Daerah
Perkuat Barisan, Dony Ahmad Munir Gabung Gerindra ! Semangat Prabowo Dua Periode Langsung Menggema di Sumedang
Kini Jembatan Apung Penghubung Desa Sawang di Aceh Utara yang Dibangun TNI Hampir Jadi, Masyarakat Tak Perlu Naik Getek dan Bayar Rp20 Ribu Lagi
Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang Bogor, Presiden Prabowo Subianto Tekankan Diplomasi Ekonomi Harus Untungkan Indonesia
Pakar Militer Anggap Kehadiran Indonesia di BoP Penting Agar Israel Tak Memonopoli Narasi, Ini Penjelasannya
MBG Prasmanan di Sukabumi Ciptakan Kebersamaan di Sekolah, Siswa Gembira
Kisah Mantan Narapidana Menata Ulang Hidupnya Lewat Dapur MBG, Pernah Terjerumus "Titik Gelap" Tahun 1991
Ide Gentengnisasi Presiden Prabowo Disambut Positif Komunitas UMKM di Jabar, Bisa Angkat Ekonomi Rakyat
Langkah Diplomasi Langsung ! Presiden Prabowo Subianto Didampingi Seskab Teddy hingga Menteri Bahlil Terbang ke Amerika Serikat untuk Bertemu Trump
Pakar Militer Anggap Kedatangan Pasukan Perdamaian Indonesia Bisa Cegah Ambisi Israel Aneksasi Gaza, Ini Alasannya