Dedy menjelaskan, dari total 91 saksi yang diperiksa, sebanyak 15 orang berasal dari pihak BTN Karawang, 26 orang dari PT BAS dan 50 orang debitur.
Terkait pemeriksaan para debitur, Dedy mengungkap, mereka merupakan bagian dari total 481 debitur yang diduga terlibat praktik manipulasi data maupun 'pinjam nama'.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, ditemukan dugaan adanya rekayasa dokumen dalam proses pengajuan KPR pada dua proyek perumahan tersebut.
"Kami menemukan indikasi manipulasi data administrasi dan penggunaan nama orang lain dalam proses pengajuan kredit rumah," terang Dedy.
Tak hanya itu, penyidik juga mendapati adanya dugaan pengeditan dokumen persyaratan KPR oleh pihak developer.
Skandal Pemalsuan Dokumen Pekerja
Terkait dugaan praktik manipulasi data, Dedy menyebut PT BAS memiliki tim khusus KPR yang bertugas membuat hingga memodifikasi dokumen pengajuan kredit.
"Diduga ada kerja sama dengan pihak HRD perusahaan untuk membuat surat keterangan kerja serta ID card palsu guna melengkapi persyaratan kredit," sebutnya.
Selain dugaan pelanggaran oleh developer, Kejaksaan juga menemukan adanya kelemahan pengawasan internal di BTN Karawang dalam proses penyaluran KPR.
Dedy menilai, pihak bank diduga memberikan kemudahan kepada developer karena PT BAS masuk kategori pengembang segmentasi Platinum atau Gold.
Meski demikian, Kejaksaan hingga kini masih melakukan proses penyidikan menyeluruh dan tetap mengedepankan asas kehati-hatian.
"Kami akan menyampaikan perkembangan perkara ini secara transparan sesuai tahapan penyidikan," tukas Dedy.
(*)
Artikel Terkait
Inovasi Pemberdayaan Ekonomi Kreatif di Era Digital, Kampung Influencer Cianjur Resmi Diluncurkan Wabup Abi Ramzi
Tegas ! Pemilihan Kapolri Tetap Wewenang Presiden, Tak Ada Pembentukan Kementerian Kepolisian atau Kementerian Keamanan
Inilah 4 Poin Utama Rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri, Tak Hanya Revisi UU Saja !
Bertemu Presiden Prabowo, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Tujuh Kiat Penguatan Rupiah Terhadap Dolar AS
Kinerja Solid Perekonomian Indonesia Triwulan I 2026 Tumbuh 5,61 Persen ! Anggap Sesuai Target, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Beberkan Stimulusnya
APBN Cukup Ekspansif Hingga 31 Maret 2026 ! Menkeu Purbaya Ungkap Pendapatan Negara Tumbuh 10 Persen, Realisasinya Tembus Rp574,9 Triliun
Angka Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 Tertinggi dari Negara G20, Menko Airlangga Hartarto : Di Atas Ekspektasi
Jadwal Bagi Dividen ISAT 2025 : Indosat Siapkan Rp3,57 Triliun atau Rp111 per Lembar Saham
Cek Jadwal Bagi Dividen YUPI 2026 ! Direksi PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk Setujui Rp16,57 per Lembar Saham
MSIG LIFE Insurance Indonesia Siapkan Duit Rp201,6 Miliar Buat Investor ! Cek Jadwal Bagi Dividen Saham LIFE 2025