KALIMANTANSATU.COM - Penawaran Umum Perdana Saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 17 Desember 2025.
Dalam aksi korporasi ini, Superbank mengeluarkan total sejumlah 4.406.612.300 saham biasa atas nama dengan nilai nominal sebesar Rp100 setiap saham dan ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp635 per lembar saham.
Adapun jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan ini adalah sebesar Rp2.798.198.810.500 (Rp2,79 Triliun).
"Dana ini memperkuat permodalan Superbank yang pada posisi 30 September 2025 telah memiliki modal inti sebesar Rp4.882.873.000.000," ungkap Head of Legal & Corporate Secretary SUPA, Astrid Abina Carolin dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/12/2025).
Setelah Penawaran Umum Perdana Superbank, kata dia, maka modal inti Superbank ditambah dana bersih hasil Penawaran Umum Perdana Saham setelah dikurangi biaya-biaya terkait adalah menjadi sekitar Rp7.613.637.000.000 (Rp7,61 Triliun).
"Sehingga, permodalan Superbank telah memenuhi kriteria sebagai bank KBMI II berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum," timpalnya.
Sebagai informasi, kini harga saham SUPA melonjak ke harga Rp985 per lembar saham pada penutupan bursa 18 Desember 2025.
Melonjak 55,12 persen dari harga penawaran umum sebelumnya yakni sebesar Rp635 per lembar.
SUPA mengalami Auto Reject Atas (ARA) dua hari berturut-turut sejak IPO resmi listing di BEI pada Kamis (17/12/2025).
(*)