KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) mendukung launching WhatsApp Pandawa BPJS Kesehatan.
Memasuki Q2 tahun 2026, JAST ditunjuk dan ditetapkan sebagai penyedia layanan platform ini selama 2 (dua) tahun, mencakup penyediaan infrastruktur komunikasi, memastikan aksesibilitas yang tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Adapun seremonial peluncuran layanan ini dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, jajaran direksi BPJS Kesehatan, serta manajemen JAST, Direktur Utama Yentoro dan Direktur Komersial Sri Akhadah.
Inovasi Layanan Publik Berbasis Digital Layanan WhatsApp Pandawa, yang dapat diakses melalui nomor resmi 08118165165, hadir sebagai kanal komunikasi responsif yang memungkinkan masyarakat mengurus administrasi BPJS Kesehatan secara efektif tanpa perlu melakukan tatap muka.
Perseroan menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan manifestasi Perseroan untuk menjadi tulang punggung digitalisasi layanan publik di Indonesia.
Kesuksesan layanan WhatsApp Pandawa adalah bukti nyata bahwa integrasi teknologi komunikasi yang tepat dapat meningkatkan kualitas dan transparansi layanan publik secara signifikan.
Melalui kerja sama ini, JAST kembali mempertegas posisinya sebagai mitra teknologi tepercaya bagi instansi pemerintah dan lembaga negara dalam menciptakan ekosistem digital yang berorientasi pada kemudahan masyarakat.
Sejak awal peluncuran, performa layanan ini menunjukkan hasil yang signifikan, dengan rincian capaian sebagai berikut:
• Total Tiket Terlayani: melampaui 16.000 tiket layanan.
• Efisiensi Operasional: Pengurangan waktu tunggu administrasi secara substansial.
• Aksesibilitas: Jangkauan layanan mencakup seluruh wilayah Indonesia secara real-time.
Keunggulan Layanan WhatsApp Pandawa
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Jasnita Telekomindo (JAST) dan GPTBot Menjalin Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Layanan AI di Indonesia
Apa itu Barsel Siaga 112 ? Kolaborasi Jasnita Telekomindo (JAST) Dengan Pemkab Barito Selatan
Jasnita Telekomindo (JAST) Dukung WFH Tanpa Hambatan sebagai Solusi Komunikasi Terintegrasi, Ini Langkah Strategisnya
Ini Alasan Asian Development Bank (ADB) Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen Tahun 2026 dan 2027 ! Stabil di Tengah Dinamika Global
Terus Kebut ! Melihat Deretan Progres Nyata Reformasi Pasar Modal Indonesia yang Telah Rampung Digarap OJK, BEI Hingga KSEI
Di Tengah Gejolak Global, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Diramal 5,54 Persen ! Ekonom UI Ungkap Hasil Kajiannya
Indonesia Masuk BRICS Dapat Dukungan Rusia, Prabowo Subianto Beri Apresiasi Vladimir Putin di Moskow, Buka Banyak Peluang Kerja Sama
Apa Alasan Prabowo Kunjungi Rusia ? Terungkap Ketika Bertemu Vladimir Putin
Pemerintah Indonesia Semakin Menarik bagi Investor Asing di Tengah Gejolak Global, Apa Penyebabnya ? Begini Kata Rosan Roeslani
Konsumsi Rumah Tangga Gendong Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I 2026, Intip Hasil Riset BRI Danareksa Sekuritas
Membedah Strategi Rencana Penambahan 3 Kegiatan Usaha Baru Transkon Jaya ! Dari Alasan, Tujuan Hingga Asumsi Pengaruh bagi Kinerja TRJA ke Depan
Bank BRI Bagi Dividen Saham BBRI Rp52,1 Triliun ! Cek Siapa yang Berhak, Jadwal Tanggal Cum, Ex Hingga Tata Cara Pembayaran
OJK Terbitkan 2 Roadmap Strategis Pasar Derivatif dan Pasar Modal Berkelanjutan untuk Pembangunan Ekonomi Rendah Karbon